ACTING!!! ✅ (End...)

ACTING!!! ✅ (End...)

  • WpView
    LECTURES 37,056
  • WpVote
    Votes 2,484
  • WpPart
    Chapitres 20
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé sam., avr. 9, 2016
WpInfo
Fanfiction
BTS
author: shiho ai Cast: jimin, jungkook.... Genre: drama, romance, mystery Rate: T-M Capter... happy reading... Prolog... Sret! Sret! Sret! seorang namja kecil tengah menyapit nyabit seekor kelinci kesayangannya yang sudah tak bernyawa dibalik semak semak dibelakang rumahnya, wajahnya tak menunjukkan rasa takut, ragu atau jijik malah justru sebaliknya namja kecil itu sangat menikmati perbuatannya itu terlihat jelas dari sorot matanya yg mengerikan dan juga dari seringai dibibirnya... "Tuan muda... anda dimana? Waktunya makan siang" seorang pelayan yeoja menuju halaman belakang, "tuan muda!!!" Panggilnya sekali lagi tapi tetap saja tak ada respon dari tuan mudanya itu. Pelayan yeoja itu melihat semak semak yang bergerisik risik, membuat pelayan itu mendekati semak semak... Srek!!! Deg! "YA TUHAN!!! TUAN MUDA APA YANG KAU LAKUKAN!!!"
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • It's Always Been You✔️
  • ahjussi mafia man✅✅(jikook)
  • Secrets Jeon ✓
  • Pretty face Psychopath
  • Promise [Na Jaemin✔]
  • Punya Gue!(Taekook)✔
  • Creepy Bangtan Dorm ✓️ [Complete]
  • [END] Aku menjadi tas pengecut kecil setelah menyeberang

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu