Some Girls for Ben

Some Girls for Ben

  • WpView
    Reads 341
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 17, 2016
Ini cerita tentang Ben. Benedict Adyatama. Yang terjebak di dalam perasaannya sendiri dan mencoba untuk mencari pelampiasan. Ben lari dari perasaannya. Terlalu takut, dan pengecut. Dan juga cerita tentang Arlet. Arletha Leonora. Yang terus-menerus menjodohkan Ben, dengan sederet teman-temannya, tentunya setelah dipaksa oleh Ben. Arlet terlihat baik-baik saja ketika melakukan itu semua untuk Ben. "Kalau lo berpikir memberi harapan lalu meninggalkan seseorang begitu saja adalah hal yang keren, mungkin lo belum pernah patah hati, Ben." "Memang belum, Dan tidak akan patah hati."
All Rights Reserved
#11
benedict
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Enmity
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • Komandan Tampanku
  • Cewek Judes Vs Cowok Nyebelin END (TELAH TERBIT)
  • Cinta Tanpa (ber) Sayap - END
  • Sparks Between Us
  • Mastering Him

Dia tidak pernah membayangkan akan terjebak di persimpangan seperti ini-terombang-ambing antara dua hati yang begitu berarti dalam hidupnya. Di satu sisi, ada sahabatnya, seorang yang telah bersamanya sejak kecil. Seseorang yang begitu mengenalnya, yang tahu segala kelemahan dan kekuatannya, mereka seperti dua jiwa yang tak terpisahkan. Namun, di sisi lainnya, ada dia-pria yang diam-diam telah mencuri hatinya. Tanpa sadar, dia telah menjadi pusat dari setiap angan dan lamunan yang selama ini ia pendam dalam diam. Seharusnya, persahabatan dan cinta tak perlu menjadi pilihan. Seharusnya, ia bisa memiliki keduanya tanpa harus mengorbankan salah satunya. Namun kenyataan tidak sesederhana itu. Kini, ia dihadapkan pada fakta pahit bahwa sahabatnya, orang yang selalu ada untuknya, juga menyimpan rasa yang sama-cinta yang tumbuh tanpa mereka sadari, dan kini mengguncang keduanya. Hatinya berperang dalam sunyi. Haruskah ia mengalah, mengubur cintanya dalam-dalam demi menjaga persahabatan yang telah bertahun-tahun terjalin? Atau, apakah ini saatnya ia memilih untuk menjadi egois, memperjuangkan cinta yang kini memanggil namanya, meski resikonya adalah kehilangan seseorang yang selalu ada di setiap langkahnya? Ini adalah kisah tentang pilihan yang berat, tentang kehilangan yang tak terhindarkan, dan tentang keberanian untuk menghadapi perasaan yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Siapa yang akan ia pilih? Dan apakah ada pilihan yang tidak akan meninggalkan luka bagi mereka semua? "Between love and friendship, there's pain, hope, and unspoken feelings" ~ Everything Between Us ~

More details
WpActionLinkContent Guidelines