Story cover for Sick by Asila92
Sick
  • WpView
    Reads 3,686
  • WpVote
    Votes 266
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 3,686
  • WpVote
    Votes 266
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Apr 08, 2016
Mature
"Yas, kamu dimana?"

"Aku dijalan, kenapa?"

"Yas... Marshall sakit"

Yasmin diam mendengar nama itu terdengar lagi ditelinganya. Lelaki brengsek yang mengambil hal berharga miliknya dengan paksa. Ada rasa sakit menikam jantung Yasmin saat mengingat peristiwa dua bulan lalu.

"Aku nggak peduli Mel" ucap Yasmin dingin.

"Yas... Dia sakit karena elo"

"Aku lebih pahan apa itu rasa sakit, Melia"

"Yas... Bukan karena gue bermaksud belain Marshal. Gue tahu dia salah, salah banget tapi dia sakit Yas, parah banget"

"aku nggak peduli Mel"

"Marshal gila Yas, dia gila dia depresi. Jika keadaannya makin parah dia bakal dimasukin ke rumah sakit jiwa"

Diam... Bibir tipis itu bungkam.


NB: Cerita ini akan menimbulkan kebosanan diawal cerita tetapi author akan membuat perkembangan cerita ditiap part-nya lebih baik dan lebih menarik. Karena gaya menulis Author seperti itu x)
All Rights Reserved
Sign up to add Sick to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Loving You by nutadbi_
40 parts Complete Mature
*** Cerita ini khusus 18+ *** " Kamu suka sama aku??? " tanya Renno marah kepada Allea, sahabat sejak ia duduk di bangku TK. "A..aa..ku" timpal Allea terbata bata, karena baru kali ini melihat Renno memandangnya dengan mata menyalang marah. "Cukup!!! jadi benar ini alasan Tasya menolakku!!!" sela Renno kepada Allea dengan suara yang sangat keras sampai membuat seluruh orang-orang melihat mereka. "Renn, apa yang kau lakukan??" sela Tasya yang baru datang ke kantin tempat Renno berteriak teriak marah. "Dia ..." tunjuk Renno kepada Allea yang sekarang menunduk menahan tangis ," telah merusak persahabatan kita". "Apa maksudmu??" tanya Tasya tak mengerti. "Kau menolakku karena dia kan, karena Allea menyukaiku." jelas Renno. "Renn..." panggil Allea serak menahan air mata "Diam kau!! aku tak sudi kau memanggil namaku. Kau memang murahan, berani sekali kau menyukaiku padahal kau tahu bahwa aku menyukai Tasya, kau telah merusak persahabatan kita." tunjuk Renno yang masih dengan teriakan penuh amarahnya. Allea sudah tidak sanggup lagi, ia lari meninggalkan tempat yang membuatnya malu setengah mati. Semarah itukah Renno mengetahui bahwa ia menyukainya sampai Renno begitu mudah menghinanya di depan teman teman SMA mereka. Allea menangis sejadi jadinya, dia sudah menahan perasaannya sampai sekarang dan tak ada orang yang tau, tapi tiba tiba Renno datang ketempat mereka biasa istirahat dan berteriak teriak kepadanya seolah ia melakukan dosa yang teramat besar. Bagaimana Renno bisa tau itulah yang sekarang ada dipikiran Allea saat ini. Written by JOY
You may also like
Slide 1 of 8
THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL  cover
Sideness cover
Ei-Bree My Betelgeuse (Indonesia) cover
Dia (Buku 1: Bagian 1) cover
Loving You cover
Crazy Without You  cover
ERLENA cover
Between (On going) cover

THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL

16 parts Ongoing

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."