SHIELD
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 9, 2016
WASHINGTON DC,AMERIKA SERIKAT tempat ini mungkin menjadi tempat terakhir kami untuk berpindah,sampai tidak ada lagi keanehan yang mungkin aku rasakan.Kami selalu berpindah tempat karena aku selalu merasakan keanehan yang sangat aneh, iya seperti orang-orang mengiraku gila karena aku selalu bisa menebak apa yang akan terjadi dan itu tidak pernah salah artinya selalu tepat. Jadi pengasuhku membuat keputusan untuk berpindah ,aku juga bingung bukankah kemampuanku itu bagus dan kenapa malah ditakutkan dan dianggap aneh oleh orang-orang. Aku tidak pernah mengerti apa yang ada dalam diriku, apa yang sebenarnya terselip tentang diriku.Banyak sekali kejanggalan yang aku rasakan, dan itu tidak ada pada anak lainnya.Entah mungkin aku sangat istimewa,atau mungkin aku adalah orang yang sangat aneh.Aku juga sering bertanya-tanya mengapa aku diasuh bukan dengan orang tua kandungku,melainkan dengan seorang lelaki .''Kau akan tahu sendiri pada akhirnya'',itulah jawaban yang selalu ia ucapkan ketika
All Rights Reserved
#11
scream
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Back To You [End]
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • Flight
  • No Time To Die
  • Ad Meliora || END✓
  • Impian Untuk Hidup (End)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • ALTER EGO (TAMAT)

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines