Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
HAZEL

HAZEL

  • WpView
    Reads 31,356
  • WpVote
    Votes 1,161
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 8, 2018
"Tuhan sepertinya menciptakan lo dengan tujuan yang pasti, yaitu agar setiap insan yang melihat lo mengingatnya, mengingat keagungannya" - Arkhan "Kamu berubah jadi lebih baik karena aku, aku senang, kamu juga jadi rajin sholat, awalnya mungkin karena aku tapi alangkah lebih baiknya kalau kamu sekarang niatnya karena Allah saja, anggap bertemu denganku itu sebagai bonus" - Salwa Manusia memang lemah, tak bisa mengelak takdir yang telah ditentukan oleh tuhan yang maha kuasa. Manusia memang lemah karena tak bisa mengendalikan perasaan, karena hanya tuhan lah yang maha membolak-balikkan perasaan. Sedetik yang lalu saling membenci, lalu sedetik kemudian tiba tiba saling mencintai.
All Rights Reserved
#966
islamic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Argasha [ON GOING]
  • Behind The Book
  • Love Cologne
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • SSS [1] Pengagum Langit ✔
  • Ghea & Ran
  • TiMe
  • Everlasting Neverending
  • Warna Yang Hilang

[BUDAYAKAN FOLLOW DULU BARU BACA] Kisah dua remaja yang sama-sama memiliki keluarga yang tidak utuh. Luka dan kecewa sudah seperti lauk sehari-hari. Tetapi setiap manusia memiliki sudut pandang dan caranya masing-masing dalam menghadapi masalah. Begitupun dengan keduanya. "Gue benci takdir. Gue benci tuhan, Ga" Arga menggelengkan kepalanya, "Lo boleh marah, Lo boleh membenci takdir. Tapi tidak dengan penciptanya, Sha." "Lo gak tau betapa beratnya jadi gue, Ga! Lo gak tau gimana susahnya buat senyum! Lo gak tau, Ga." Lirih Asha. "Asha, asal Lo tau. Ada jutaan manusia di bumi, setiap orang punya masalah nya masing-masing. Dan gak sedikit juga yang lebih susah dari Lo." Arga menggenggam erat tangan Asha. "Ikhlasin. Belajar untuk ikhlas. Dekatin diri Lo sama tuhan, maka Tuhan akan menemani Lo disetiap langkah Lo. Trust me, Sha." . . .

More details
WpActionLinkContent Guidelines