Just Know In Stillness

Just Know In Stillness

  • WpView
    GELESEN 491
  • WpVote
    Stimmen 68
  • WpPart
    Teile 13
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Apr. 24, 2019
WpInfo
Belletristik
Romantik
Seorang cewek dengan tubuh mungil yang menggemaskan tak disangka mempunyai kemampuan yang diinginkan setiap individu. Cewek itu adalah cewek yang alay, baper, ceroboh, dan histeris. Sifatnya tidak sesuai dengan kemampuannya. Seolah-olah Tuhan salah meletakkan kemampuan untuk cewek itu. Dan saat ia tidak bisa menggunakan kemampuan itu pada seorang cowok, ia tidak tau alasannya. Mungkinkah cowok itu mempunyai kelainan atau malah mempunyai kekuatan yang melebihi dirinya.
Alle Rechte vorbehalten
#7
know
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Rainbow In The Rain
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • AURORA
  • Mencintai Dalam Diam
  • PERJALANAN CINTA (PC)
  •  STAY WITH ME
  • The Fall of Ladykiller

"Kamu sengaja kan mau di tabrak sama cowok tampan sepertiku? Terus kamu pura-pura kesakitan dan minta diobatin?" Kevin malah menuduh yang enggak-enggak. "Ciih~Enak aja. Aku gak serendah itu ya, lagian kamu kegeeran banget sih. Aku tadi cuma mau minta tolong aja kok." ia mengotot keras dan mengangkat kedua bahunya. "Terserah!" Kevin memakai kembali helmnya dan menyalakan mesin motornya kembali. "Eh, bantuin dulu kenapa. Jahat banget itu orang, awas aja kalo butuh bantuan!" Jenie ngomel sendirian sambil menendang sepedanya. "Dia kan pinter ya, mana mungkin minta bantuan sama aku. Yang ada juga malahan aku yang minta bantuan dia, tapi itu gak bakalan terjadi. Gak level banget Jenie minta bantuan dia." Jenie memukul kepalanya karena dia bertingkah bodoh dan konyol Hari ini hujan turun lagi, Jenie membawa kursi rodanya berjalan kedepan jendela kamarnya yang tepat memandangi seisi kota. Hujannya lebat, suara gemuruh dan petir mengagetkan gadis itu. Dia mencoba membuka matanya dan tak menutup kedua telinganya, matanya tertuju pada sebuah pemandangan indah diluar sana. Tepat di atas langit pelangi muncul bersama dengan hujan, ini adalah kedua kalinya dia melihat keajaiban itu lagi. Tapi sekarang rasanya beda, dia melihat keindahan itu tanpa Kevin disampingnya.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien