DAMN!!! I Love Your Brother

DAMN!!! I Love Your Brother

  • WpView
    LECTURAS 55
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, feb 6, 2017
"Sejak kapan Drin?" Jocelyn menatap Adriana dengan ekspresi yang tidak bisa diterjemahkan. "Gak tau Lyn" jawab Adriana. Kemudian kembali menunduk, tak berani menatap Jocelyn, sahabatnya. "Gimana mungkin gak tau? Jadi kok bisa pacaran?" Jocelyn kembali bertanya pada Adriana, mulai gerah dengan percakapan yang seperti tidak ada gunanya itu. "Aku juga gak ngerti Lyn. Mungkin sejak kita nonton bertiga dulu." Jocelyn berpikir sejenak, mengingat-ingat kejadian yang dimaksud oleh Adriana. "WHAT? Sejak kita nonton? Kita bertiga nonton pertama kali?" Jocelyn kembali bertanya dengan ekspresi yang sungguh terkejut. Adriana hanya bisa mengangguk dengan wajah meringis. "Itu satu setengah tahun yang lalu Drin, dan selama itu kamu gak bilang apa-apa sama aku? Are you really my best friend?" Kemudian Jocelyn pergi meninggalkan Adriana tanpa mempedulikan panggilan sahabatnya.
Todos los derechos reservados
#179
college
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Everything Happens for a Reason
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • TENTANG SEPASANG
  • I Want Your Lips
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Double'A Season 2
  • Imaginary Boyfriend
  • VALERIAN [END]
  • Secondary Rules

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido