Pagi Hari di Sekolah

Pagi Hari di Sekolah

  • WpView
    Reads 380
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 14, 2016
Taqim nama yang biasaku dengar dari mulut angel, jengkel memang aku mendengar waktu angel memanggil nama Taqim. Bayangkan saja dari kelas 7 sampai 9 sekelas sama angel, dia malah deketnya ama Taqim cowo yang baru ia kenal. Padahalkan dari kelas 7 aku suka sama dia, yah walaupun aku ga berani ngungkapin ke dia, seenganya dia merasa lah aku udah ngasih KODE KERAS ke dia. Setiap pagi di sekolah dia berduaan mulu, berduaannya di depan bangku aku lagi gmna gk kesel coba, padahalkan taqim duduk dibangku paling belakang sedangkan aku duduk didepan Angel. kenapa dia Ga bercanda sama aku? Ga diskusi soal sama aku? Yah walaupun aku ga pinter-pinter banget dibanding taqim, seengganya dia ngajak aku duduk berdua di bangkunya Kale, aku pengen protes bukan hak aku, pengen marah bukan hak aku, pengen ngelarang bukan hak aku. Yang paling bikin aku kesel itu waktu Angel memuji Taqim
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • ALEXON [END]
  • Senja Jadi Sendu (END)
  • East sky first love
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • FROM HATE TO LOVE

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines