Selalu Ada
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 15, 2016
Dua tahun lalu, rasa itu tumbuh. Semuanya berawal dari rasa penasaran Laila akan gosip tentang Gamal yang menyukainya. Namun tiba-tiba saja ia menghilang, justru disaat rasa itu mulai tumbuh di hati Laila. Laila memiliki sahabat dengan berbagai sifat. Banyak orang yang tak suka dengan persahabatan mereka. Disisi lain, keadaan ekonomi keluarga Laila memaksanya untuk diam. Laila merasa hanya dipermainkan oleh Gamal. Dua tahun kemudian, saat hari ulang tahun Gamal yang ke-17, Laila mengungkapkan segala isi hatinya kepada Gamal, dan menjauh. Setelah peristiwa itu, Laila berjanji untuk menutup pintu hatinya untuk siapapun. Laila tak ingin dibutakan oleh cinta pahit yang tak berujung. Laila memprioritaskan prestasi dan keluarganya daripada nafsu sesaat. Bagaimana Laila dapat menjaga konsistensi bahkan disaat teman-temannya sedang terbuai oleh cinta? Mungkinkah Laila akan membuka hatinya kembali? Akankah Laila melupakan Gamal? Akankah Laila menjaga persahabatannya? Check it out!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Obsessed With Female Dancers -Orine [Revisi]
  • When Two Hearts Collide
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • LailA
  • She's mine (lilynn) END.
  • CINTA KONSTANTA
  • Sun! -orine
  • the secret of puppy S2 [lilynn]
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina

Erine tak pernah menyadari bahwa setiap langkahnya di panggung, setiap gerakan tariannya yang anggun, selalu ada sepasang mata yang mengawasi-mata milik Oline Manuel. Oline bukan sekadar pengagum. Ia adalah seorang obsesor. Di balik senyuman dan sikap santainya, ada tekad kuat yang ia genggam erat: memastikan bahwa hanya dirinya yang pantas berada di sisi Erine. Tak peduli seberapa keras Erine menolak, tak peduli seberapa jauh gadis itu mencoba lari, Oline akan selalu menemukan jalannya untuk kembali. ••• "Dasar cewek gila!" Erine mendesis marah setiap kali Oline muncul tiba-tiba, mencampuri hidupnya. Tapi Oline hanya terkekeh pelan, mendekat dengan tatapan penuh kepemilikan. "Aku gila? Mungkin. Tapi aku gila hanya untuk kamu." Ketika kekaguman berubah menjadi obsesi, dan kebebasan terasa seperti ilusi, mampukah Erine melepaskan diri dari cengkeraman Oline? Atau... mungkinkah di sudut hatinya yang terdalam, ia sebenarnya tak ingin pergi? [Dengan revisi alur yang berbeda] A story by Cutiebizzz

More details
WpActionLinkContent Guidelines