I'm Yours

I'm Yours

  • WpView
    Reads 76,971
  • WpVote
    Votes 3,046
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 6, 2016
Nadine Dwi Yucila Cewe cantik yang hobi bermain gitar dan menyanyi tiba-tiba saja dipertemukan oleh Seseorang yang diawali dengan kesialan.Hingga,Nadine benci dengannya.Namun,waktu pun berkata.Seseorang itu berhasil melunakkan hati Nadine dengan memberi warna-warni ke dalam kehidupan Nadine.Tanpa disadari,tinta hitam pekat pun perlahan ditumpahkan,saat perasaan Nadine berbicara. "I See 1000 Boys I Know 100 Boys I Talk 10 Boys I Love 1 Boy. Boy Is You " -Nadine Cover by:inb covers
All Rights Reserved
#169
waiting
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • Late
  • Sebuah Alunan Nada
  • AGGA
  • KenSil (Kisah yang Belum Usai) ✓
  • the enemy becomes love (The end)
  • Broken Heart
  • Two Love One The Heart [On Going]
  • Saga's Favorite
  • DEVARDES
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines