I Love You

I Love You

  • WpView
    Reads 281
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 19, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Pevano Namanya Merah, nama yang cukup unik seperti orangnya. Bagaimana tidak unik, pertama kali ketemu saja dia udah bilang gue patung dan lebih parahnya dia gak kenal gue sama sekali. Padahal gue satu kelas sama dia. SATU KELAS! Merah Namanya Pevano, unik juga namanya. Tapi, lebih unik nama gue dong. Gak boleh ada yang nandingin, ya abang dan adek gue yang kedua dan yang ketiga deh. Memangnya salah kalau seorang Merah gak tau Vano itu yang mana? Biasa aja sih, Van, gak usah nepuk jidat gitu juga kali. Lagian lo sih duduk di belakang, nempel sama tembok, mana muka lo datar kayak tembok lagi. Ya... mana gue tau yang mana muka lo, yang mana tembok. "Leh uga" "Maksud lo?" tanya Vano. "Ya... lo boleh juga jadi pacar gue," ucap Merah santai. "Lo nembak gue?" "Kalau menurut lo gue nembak lo, anggap gitu aja." "Oh." "Terima gak?" "Gak." "Kenapa?" "Hah?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PELANGI
  • Three Targeted Girls!!
  • Pretty Careless
  • Rindu Senin Pagi
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Blue for love [Revisi]
  • JUST FRIEND? [REVISI]
  • SCOMPARIRE
  • Friendship -Completed-
  • My Quuen is Bad Gril
PELANGI

Terkadang pelangi yang kamu lihat, memang sangat indah. Menarik siapapun bagi yang melihatnya. Entah itu dari lengkungannya bahkan warna-warnanya yang berbagai ragam. Tapi, pelangi itu bisa saja buram sewaktu-waktu. Karena masanya mereka untuk menghilang sudah diambang batas. Bahkan pelangi itu sendiri bisa jadi buruk dimata sang pelihat. Karena tak semua manusia suka apa yang orang lain suka. "Lo itu cewek, lo terlalu lemah buat ngehadapin gue yang inisialnya sebagai cowok." "Cewek, bisa apa kalian? Palingan cuma bisa dandan dan nge-jamet kea lo, upss!" sambung Angkasa dengan tangan yang berpura-pura menutup mulutnya. "Belagu banget lo," balas Pelangi dengan nada Angkuh. "Suatu saat kita bakal lihat, siapa yang lemah. Lo, atau gue yang inisialnya cewek!" sambung Pelangi dengan nada sinis. ☡NOTE: jadi dulunya tuh, ini cerita buat dilombain. nah berhubung lombanya udah selese, jadi rencananya cerita ini mau aku rombakin lagi + lanjutin sampe end

More details
WpActionLinkContent Guidelines