Bloody Obsession

Bloody Obsession

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 24, 2018
Tak pernah sekalipun terlintas di benaknya bahwa sebuah cinta yang manis perlahan berubah menjadi obsesi berdarah. Menjalani hari demi hari dengan ketakutan bukanlah kemauannya. Masa remaja yang seharusnya penuh dengan kebahagiaan dan kenangan indah justru dipenuhi dengan kenangan mencekam. "Nggak ada yang boleh ngambil lo dari gue." Suara bariton sang pria terdengar tidak bisa dibantah. Lambat laun ia menyadari bahwa ia tidak dapat keluar dari lingkaran setan tanpa ujung ini jika salah satu di antara mereka tidak 'lenyap'. Ya, segala hal manis itu berubah menjadi suatu permainan dimana nyawalah taruhannya. 'Kalau lo enggak mati berarti gue yang mati, titik.' 『Cover's Background credit to: http://itsallbloodandrainbows.tumblr.com/post/27202894947』
All Rights Reserved
#737
tragedy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Baneblood Brotherhood (hiat)
  • Terjerat obsesi Yandere
  • STREET FIGHT
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • Brothers?! [Boboiboy Elemental Siblings] (On Going)
  • That One Glimpse Love
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • cerita apa ajh
  • si Sulung & si Bungsu

[ Fanfiction Boboiboy ] ~ "Sekali tertuduh tetap tertuduh." Malam itu, satu-satunya saksi hanyalah dia. Ia pasrah pada nasib jika orang itu membocorkan segalanya. "Gue tetep dikubu lo!" "Gue pembunuh!" Siapa sangka, bahkan ketika keduanya tidak lagi dekat, orang itu tetap menyimpan semuanya dengan baik. Sampai keduanya sadar, ada bejana yang lebih besar mengintai dari sudut kegelapan yang paling gelap. Remang-remang namun berbahaya, sesuatu berbisa yang menyebabkan huru-hara. Jenis gelap yang membinasakan nafas sampai tidak bersisa, jenis petaka yang membawa badai nestapa dan menggerus habis sisa kewarasan. "Lo yakin kita mampu? Gue udah nggak kuat, gue nggak bisa. Ayo udahin aja, ngaku kalah dan biarin mereka bunuh kita." "Lo gila?! Bayarannya Adik lo! Lo lupa Ice jadi taruhan didepan sana?!" "Terus harus gimana?! Semuanya juga nuduhnya gue yang jadi perkara!" "Makanya jangan nyerah! Yakinin mereka kalo lo cuma korban fitnahan!" Tapi bagaimana? Semuanya terlanjur lebur. Dia hanya memiliki dua pelipur lara, pun salah satunya dirusak habis seperti boneka tidak berharga. Sementara satu lainnya menjadi tameng padahal psikisnya tidak baik-baik saja. Tuhan, ini bagaimana? ~ • Angst, thriller, mental illness, criminal act • 15+ • Just Fanfic • Masa Rombak • Jokes LGBT bertebaran ©Nan4yz_

More details
WpActionLinkContent Guidelines