Kamulah Takdirku

Kamulah Takdirku

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 11, 2016
Kamu itu bukan air yang selalu terus berjalan hingga berhenti di suatu tujuan. Kamu juga bukan bunga yang selalu menuntun ku untuk mencari baunya. Tapi kamu adalah takdir yang Tuhan kirimkan untuk menemuiku. Menyempurnakan hatiku. Menyembuhkan lukaku. Dan membawa ku pulang ke tempat ternyaman sebenarnya. Aku pernah terluka sebelum ada kamu. Aku pernah menangis sebelum kamu hadir. Aku juga pernah merasa rapuh sebelum kamu datang. Tapi Tuhan tak mau melihatku terus terpuruk. Tuhan tak mau melihatku terus melemah. Tuhan merindukan senyumku. Hingga pada akhirnya Tuhan kirimkan kamu. Untuk menemui ku. Mengembalikan senyumku. Mengembalikan bahagiaku. Mengembalikan hal terindah yang pernah aku titipkan pada orang yang salah. Hingga pada akhirnya Tuhan kirimkan orang yang benar untukku. Yang Tuhan percayai untuk terus menjaga jiwa dan ragaku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] Blind Rainbow
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • Misteri- US
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • If we can together
  • Become an Extra or Main Character [END]

[Teen Fiction] Follow dulu, baru dibaca. "Awal pertemuan kita bagai takdir. Antara aku dan dirimu seperti terikat oleh seutas benang tak kasat mata yang disebut kebetulan. Kita dengan semua perbedaan yang ada bertemu dalam keadaan tidak terduga. Dan karena takdir pula kita mencoba bersama dan melupakan kenyataan akan pahit yang mengejar. Lalu takdir. Apa karena dirinya pula kita akan berpisah?" -Pelangi "Bagiku setiap detik bersamamu adalah masalah. Kamu bagai bom waktu yang selalu meledak tepat dihadapanku. Tapi entah kenapa aku justru merasa nyaman dengan keadaan ini. Semakin lama aku semakin memahami dan mencintai kamu. Tapi aku harus lari. Mengucap pergi pada mimpi indah yang selama ini kita bangun. Namun kumohon. Jangan anggap diriku sebagai salah satu dari mimpimu. Karena aku nyata. Karena aku selalu disisimu. Hidup. Bukankah memang kadang terasa aneh seperti ini?" -Arsen Kisah tentang kalian yang mencari cinta Kisah tentang kalian yang mencari pemaafan Kisah tentang kalian yang mencari ketenangan *Cerita dibuat belum diedit, jadi harap pengertiannya jika mau tetap lanjut membaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines