Aku tak mau menghakimi rasa atau indra perasa sebab ia tak salah, hanya saja rasa penasaranku yang besar sering kali menghambur-hamburkan logika. Aku menikmati setiap rasa yang tercipta dari apapun bentuknya, terkadang menjadi rasa kesukaan yang berulang aku cicipi atau rasa yang sekedar aku coba lalu hilang bak kenangan. Namun memori kepalaku cukup jelas merangkumnya sampai-sampai rasa memiliki bentuk, berbagai macam bentuk, bahkan bisa ku sentuh pada dimensi imajinasiku. Terasa jelas. Penulis: Ini adalah karya tulis pertama yang akhirnya aku publish. Semoga cerita ini bisa menghadirkan sesuatu yang berbeda bagi para pembacanya. Terimakasih kepada semua yang sudah berkenan untuk membaca dan vote. Komentar dari kalian juga sangat aku tunggu. ♥️
Più dettagli