Story cover for Complicated by HerdTale
Complicated
  • WpView
    LECTURAS 1,454
  • WpVote
    Votos 645
  • WpPart
    Partes 9
  • WpView
    LECTURAS 1,454
  • WpVote
    Votos 645
  • WpPart
    Partes 9
Continúa, Has publicado abr 12, 2016
Gue benci Dylan! Hufh, hidup satu planet sama makhluk mars kayak dia memang menyebalkan. Apalagi harus ketemu sama spesiesnya yang lain. Nyebelin sih. Tapi gak bisa bohong kalau aku sendiri mengharapkan Dylan. Dylan yang dulu, yang melindungiku dan menjagaku dari ketakutanku. Karena hidup tanpa Dylan rasanya tidak selezat capuccino.
Mau apa lagi kalau cowok itu membenciku? Menyalahkanku atas semua yang terjadi. Intinya Dylan berubah seribu persen. Meski aku tidak akan pernah bisa meruntuhkan tembok yang sudah dibangunnya tinggi-tinggi yang entah sejak kapan tapi hati kecilku menyimpan harapan yang tak seberapa. Aku hanya ingin Dylan melindungiku lagi dan membelaku lagi. Hanya dia yang tahu tentangku. Hanya Dylan yang mengerti aku. Dan jangan berpikir kalau aku mencintai cowok itu.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Complicated a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
You're Here, But Not For Me de MyMiela
8 partes Continúa
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
My Summer Love de nurfikra29
1 parte Concluida
Aku pergi bersama Liam ke danau dekat rumah. Kami berdua duduk di tepi danau tersebut. Aku hanya diam kemudian Liam mulai membuka pembicaraan. “Bila kau mencitai pria lain, apa yang akan kau lakukan ?” tanya Liam yang membuatku berhenti melamun “Apa maksudmu ?” tanyaku kebingungan “Bila aku mencintai wanita lain, kau akan marah padaku ?” tanya Liam sekali lagi “Aku tidak tahu. Apa aku harus marah ? lebih baik meninggalkan daripada menunggu” jawabku tegas “Jadi, kau memilih meninggalkan orang yang kau cintai atau orang yang kau sakiti ?” Tanya Liam yang tambah membuatku bingung “Liam apa maksudmu ? aku bingung dengan pertanyaanmu !” jawabku dengan suara tinggi “Marsha, i know ! you love him. I can see that from your eyes. Aku tak mau melihatmu terpaksa mencintaiku” jawab Liam dengan tatapan serius “Masudmu pria itu Zayn ?” tanyaku Liam hanya mengangguk “Liam, please dengarkan aku. Aku tak mau menyakitimu, tapi Zayn memintaku untuk pergi bersamanya besok. Besok hari terakhir dia disini. Biarkan aku pergi bersamanya besok untuk yang terakhir kalinya” kataku yang mulai mengeluarkan air mata. “Itu berarti kau mau meninngalkan orang yang kau sakiti sepertiku. Marsha aku tak memaksamu untuk mencintaiku, tapi aku tak mau melihatmu berpacaran denganku dengan terpaksa” Aku hanya diam membeku. Aku hanya menatap Liam dengan muka yang penuh air mata. Kemudian tak lama Liam beranjak bangun dan mencoba berjalan pergi. Aku menahan tangannya. “Liam, kau masih mau menerimaku untuk menjadi pacarmu ?” tanyaku mencoba “Iya, bila kau sepenuhnya mencintaiku dan melupakan Zayn.aku akan menunggu” jawabnya Aku melepas genggamanku dan membiarkan Liam pergi. Aku tak tahu harus bagaimana, mukaku sudah dibanjiri air mata. Aku tak mau menyakiti Liam, tapi di lain sisi aku mencintai Zayn. Let's read :)
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
You're Here, But Not For Me cover
New Life As Undeath {END} cover
Printemps cover
Unbeatable Beauty (End) cover
My Bromance [18+] End cover
Bizzare Love Triangle cover
Take Me To Your Heart  - The End cover
Aku Kamu Dan Dia cover
My Summer Love cover
Disaster In Feelings cover

You're Here, But Not For Me

8 partes Continúa

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.