Complicated

Complicated

  • WpView
    Reads 1,457
  • WpVote
    Votes 645
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 25, 2016
Gue benci Dylan! Hufh, hidup satu planet sama makhluk mars kayak dia memang menyebalkan. Apalagi harus ketemu sama spesiesnya yang lain. Nyebelin sih. Tapi gak bisa bohong kalau aku sendiri mengharapkan Dylan. Dylan yang dulu, yang melindungiku dan menjagaku dari ketakutanku. Karena hidup tanpa Dylan rasanya tidak selezat capuccino. Mau apa lagi kalau cowok itu membenciku? Menyalahkanku atas semua yang terjadi. Intinya Dylan berubah seribu persen. Meski aku tidak akan pernah bisa meruntuhkan tembok yang sudah dibangunnya tinggi-tinggi yang entah sejak kapan tapi hati kecilku menyimpan harapan yang tak seberapa. Aku hanya ingin Dylan melindungiku lagi dan membelaku lagi. Hanya dia yang tahu tentangku. Hanya Dylan yang mengerti aku. Dan jangan berpikir kalau aku mencintai cowok itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • My Summer Love
  • Aku Kamu Dan Dia
  • My Bromance [18+] End
  • ONE HAND || TAEHYUNG BTS & SUJEONG LOVELYZ (TAEJEONG)
  • Take Me To Your Heart  - The End
  • Bizzare Love Triangle
  • Disaster In Feelings
  • Everything Happens for a Reason

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines