Nostalgia

Nostalgia

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 16, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Nostalgia. Mengenang kembali masa lalu yang pernah terlewati. Masa SMA misalnya. Belum lama memang. Tapi tiap kali melihat beberapa dari mereka, ingatanku berputar kembali pada masa-masa remaja yang memang khas remaja. Ini kisah tentang kami. Bukan aku dan dia, tapi aku dan mereka. Mereka semua. Satu kelas. Hal-hal khas remaja biasa. Kongkow, ngumpul, ngrumpi, jam kosong, maniak film, novel, curhat-curhat alay, wacana piknik. Tak menampik bahwa memang ada kisah cinta di dalamnya. Cinta lokasi? Pastilah ada. Dari sudut pandangku, aku menceritakan tentang mereka dan kisahnya. Dengan nama yang disamarkan tentunya. Perkenalkan. Namaku Rea. Vanirea. Setidaknya panggil aku seperti itu.
All Rights Reserved
#396
conflic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Taken Slowly
  • Pertemuan Terakhir
  • (Hiatus) Perjodohan || TRE-MON (Haruyeon)
  • A Cadence Between Us
  • JEVIN AERA

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines