Roses
  • WpView
    LECTURAS 544
  • WpVote
    Votos 59
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 23, 2016
Bagaimana kalau seorang cewek populer, cowok nakal, dan cowok yang dingin dipertemukan? Tiga manusia dengan kepribadian berbeda, yang memiliki kehidupan yang biasa saja pada awalnya. Namun hari itu datang, dimana takdir datang untuk mempertemukan ketiganya dan membuat mereka masuk kedalam lingkaran cerita yang penuh warna. Tak ada yang dapat keluar darisana, mereka hanya berputar-putar disana mengikuti alur yang sudah ditakdirkan. Apa mereka bisa berhasil keluar dari takdir mereka dengan bahagia atau justru menyakitkan?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • This is my destiny
  • RAISEN
  • Me,You and the story we went through.
  • DIBALIK TAKDIR YANG ASING
  • Pangeran Kelas
  • Cuaca

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido