Putih Abu-Abu

Putih Abu-Abu

  • WpView
    Reads 1,885,844
  • WpVote
    Votes 110,045
  • WpPart
    Parts 59
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 22, 2019
[NEW VERSION] Ini kisah tentang mereka Cinta, keluarga, pertemanan, pertikaian sampai menuju kehancuran. Saling berteman semenjak memasuki awal sekolah membuat mereka menjadi mengenal dan berteman secara akrab menjadikan mereka popular di kalangan sekolah. Kemana-mana selalu berdelapan. Tapi, tanpa sadar ada sesuatu yang asing tumbuh dalam hati mereka entah, cinta atau kebencian. Dan tanpa mereka sadar banyak sudut-sudut tersembunyi di dalam hati mereka. Akankah seluruh kejadian dalam kehidupan mereka membuat hubungan pertemanan mereka retak? Atau mereka tetap bertahan? Cover by : @upilsekebon #28 in TeenFiction (13/01/17) Copyright©2016 by Ratna Priyanti
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CLASS F
  • Just A Friend, But?
  • Cewek Cuek [Completed]
  • Memories
  • The Senior Next Door
  • The Terms Of Love
  • My Feelings
  • Geesle
  • Crazy Seniority [Completed]
  • Certainty [REVISI & TERBIT]
CLASS F

Kelas F di mata penghuni sekolah : 1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok. 2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya. 3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta. 4. Trouble maker alias parasit sekolah. 5. Para pemilik masa depan kurang jelas. Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan. Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka. Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu. Menjadi egois atau peduli. °°° A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature. #TeenlitIndonesia @teenlitindonesia

More details
WpActionLinkContent Guidelines