The Secret Identity

The Secret Identity

  • WpView
    Membaca 120
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadLengkap Sel, Apr 12, 2016
Prologue: Sebuah komunitas kecil,yang hanya bergantung pada identitas para anggotanya. IDENTITAS yang terbongkar pada malam hari. Suara suara jeritan pengorbanan Yang menumpahkan setetes demi setetes darah hanya untuk menjaga identitas komunitas mereka. Markas yang terselip ditengah tengah mansion kota Tokyo Dengarlah.... Ya.Mereka... Suara para mafia yang ditembak mati disana Para penjaga identitas itu... Mereka tahu harus mulai darimana Dan mereka tahu semua alur cerita ini... Happy Reading... CHAPTER 1: MYSTERY OF NAKAMURA FAMILY -Tap Tap Tap Suara derap langkah kaki terdengar hampir diseluruh ruangan.Seorang pemuda sedang melangkah menyusuri tiap anak tangga.Suara sepatunya menggema hampir memenuhi ruang.Memandang seluruh sudut sudut ruang yang menyisakan retakan kecil.Seluruh atap dan dinding dinding bangunan tua itu,diselimuti debu tebal,yang dibiarkan tergantung disana. Ia menghentikan langkahnya.Tepat saat ia telah mencapai anak tangga terakhir.Mata hijaunya beralih pan
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • "Jiwa yang berpindah"
  • Dungeon : Beginning
  • Warisan Gandari
  • Jaki Chen ft TNF
  • Age Quod Agis
  • TOKYO NOIR FAMILIA
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • Ritual Yang Memulai Segalanya
  • Home...

Prolog dengan Latar Belakang Hinata Hyuga: Gelap. Itu adalah hal terakhir yang Hinata ingat. Aroma mesiu yang menyengat, rasa sakit yang menusuk di dada, dan wajah tanpa ekspresi orang misterius itu sebelum semuanya menjadi hitam. Dia, Hinata, si "Kematian Bersenandung" di kalangan bawah dunia, seorang mafia dan pembunuh bayaran yang tak pernah gagal, kini tergeletak tak bernyawa di gudang kumuh itu. Pengkhianatan. Kata itu berputar pahit dalam benaknya, bahkan setelah kesadarannya sirna. Lalu, cahaya. Bukan cahaya terang yang menyilaukan, melainkan cahaya lembut yang membuatnya mengerjap bingung. Sensasi aneh menyelimuti tubuhnya - ringan, lemah, jauh berbeda dari tubuh terlatih dan penuh bekas luka yang ia kenal. Ketika matanya terbuka sepenuhnya, pemandangan yang menyambutnya benar-benar asing. Langit-langit kayu yang tinggi dengan ukiran rumit, kain sutra lembut yang menutupi tubuhnya, dan aroma bunga yang samar-samar.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan