HURT
  • WpView
    Reads 272
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 18, 2016
Bagaimanakah rasanya jika kehilangan sesorang yg disayangi.?? Dihianati bahkan di tinggalkan sang pangeran.?? rasanya seperti di silet tangan sendiri. Setelah berhasil bangkit, dan mulai berlabuh di hati yang baru, namun pada akhirnya disakiti lagi.??? Lagi dan lagi.... Tidakkah ada kata bahagia seperti yg orang lain rasakan.?? Ingin merasakan bagaimana rasanya dicintai setulus hati. Itulah yang Jihan rasakan, disakiti berkali-kali, ditinggalkan, air mata, tangisan, bahkan jeritan hati, tak ada yang bisa mengerti perasaannya. Luka itu begitu dalam, datang bertubi-tubi dan membekas seakan tak ingin pergi dari kehidupannya. Setiap luka yg Jihan rasakan menghantarkanya ke dunia dendam... Ketika dunia tak berpihak padanya, ketika ketulusan dibalas dengan penghianatan... THIS IS HURT
All Rights Reserved
#78
kesunyian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Jodoh Kedua (END)
  • WISHES.
  • Yang Pernah Patah
  • Home Away From Home [FIN]
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • My Dear Jannah
  • Mahligai Sunyi
  • Anugerah Terindah

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines