1 , 2  ,3  Miasa Datang

1 , 2 ,3 Miasa Datang

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 14, 2016
Entah mengapa jantung ku berdegup dengan sangat kencang, aku melihat ke sekeliling ruangan. Aku mulai berjalan lurus untuk kembali ke kamar. Yahh, siapa yang gak takut kalau malam-malam kayak gini harus ke bangun dari tempat tidur hanya untuk pergi ke kamar mandi. Apalagi ini di tempat asuhan, Takk,,.. Takk.. Terdengar hentakan kaki di lantai 3. Setelah mendengar suara tadi kaki ku serasa kram alias mati rasa. Tubuh ku mulai gemetaran. Di dalam hati kecil ku, aku ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya. Tapi apa boleh buat, aku hanya bisa berdoa untuk keselamatan ku. Brakkk.. Takk,.. Takk.. " Oh Tuhan, tolong selamatkan aku dari sini " ujar Veera dengan menahan tangis. Lampu di sekitar Veera tiba-tiba mati dan tanpa basa-basi Veera berlari sekuat tenaga. Veera sangat ketakutan, tanpa berpikir panjang Veena terus berlari tanpa tujuan. Tanpa dia sadari di depannya terdapat karpet tebal, Veera tersandung dan terguling di lantai. Dia melihat gadis kecil bermuka seram.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm Hurt (Sehun - Jieun) (✔)
  • Love With Ghost
  • The Dark Side(END)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Masa depan yang terulang
  • Destined for me 2
  • YEON ^26^
  • [END] Blind Rainbow

"KAKAK.." teriak seorang gadis mungil yang umurnya kira kira 20 tahun, dia berteriak sambil nangis terisak dengan rambutnya yang berantakan dan wajah cantiknya yang kini menjadi pucat, ia berlari kecil dan langsung menghambur memeluk kakaknya. "hey Jieun, kamu kenapa? Kenapa kamu berantakan seperti ini? Dan... dan kenapa semalem kamu tidak pulang?" tanya sang kakak bertubi bertubi dengan emosi yang memuncak. "nah Hun, ini kesempatan lo.. lihat tuh dia udah tidur, ayo lo mau bales dendamkan sama dia.." suruh Soo Young saat melihat Jieun sudah tertidur dengan tangannya menyanggah kepalanya yang berada dimeja itu. "tapi Soo Young, kalo ntar dia hamil gimana.. gue mah ogah tanggung jawab" ragu pemuda yang dipanggil Sehun itu. "Lo gimana sih, lo bilang mau bales dendam, ya kalo mau buat dia kapok ya begini caranya" marah Jong In kekasih kezia. Dengan cepat Sehun membopong tubuh Jieun menuju mobil ferari kuning miliknya dan segera meluncur kerumahnya yang sangat besar dan hanya ditinggali dia, kakaknya dan pembantunya, tanpa banyak basa basi Sehun langsung membawa Jieun kekamarnya dan segera membaringkan Jieun. "Lo cantik Ji, gue masih gak terima sama kejadian 4 bulan yang lalu, kenapa dengan cepat lo mutusin gue Cuma karena hal sepele kayak gitu.. lo akan menyesal Ji" gumam Sehun membelai pipi Jieun dan mencium bibirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines