1 , 2  ,3  Miasa Datang

1 , 2 ,3 Miasa Datang

  • WpView
    GELESEN 44
  • WpVote
    Stimmen 5
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadErwachseneninhaltLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Apr. 14, 2016
WpInfo
Belletristik
Horror
Entah mengapa jantung ku berdegup dengan sangat kencang, aku melihat ke sekeliling ruangan. Aku mulai berjalan lurus untuk kembali ke kamar. Yahh, siapa yang gak takut kalau malam-malam kayak gini harus ke bangun dari tempat tidur hanya untuk pergi ke kamar mandi. Apalagi ini di tempat asuhan, Takk,,.. Takk.. Terdengar hentakan kaki di lantai 3. Setelah mendengar suara tadi kaki ku serasa kram alias mati rasa. Tubuh ku mulai gemetaran. Di dalam hati kecil ku, aku ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya. Tapi apa boleh buat, aku hanya bisa berdoa untuk keselamatan ku. Brakkk.. Takk,.. Takk.. " Oh Tuhan, tolong selamatkan aku dari sini " ujar Veera dengan menahan tangis. Lampu di sekitar Veera tiba-tiba mati dan tanpa basa-basi Veera berlari sekuat tenaga. Veera sangat ketakutan, tanpa berpikir panjang Veena terus berlari tanpa tujuan. Tanpa dia sadari di depannya terdapat karpet tebal, Veera tersandung dan terguling di lantai. Dia melihat gadis kecil bermuka seram.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Love With Ghost
  • I'm Hurt (Sehun - Jieun) (✔)
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Destined for me 2
  • Perjodohan paksa || jaemnnie
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • The Dark Side(END)
  • [END] Blind Rainbow

Aku tak tau, tiba tiba aku terjebak. Terjebak dalam ruang waktu yang aku tak tau itu dimana. Semua terasa gelap, mencekam, dan menakutkan. Dan aku tahu, seseorang tengah memantau dan berniat jahat kepadaku. Aku takut! Aku sendiri di sini. Hingga dia hadir, menemani kesendirianku. Dia hadir, menyemangatiku unyuk melewati lika liku kisah hidupku. Kerumitan yang selalu menyeruak di setiap perjalanan hidupku. Kau tahu saat dirinya hadir. Dirinya seperti cahaya, cahaya yang menghapus gelapnya hidupku. Aku merasa hidupku lebih membaik. Tapi ternyata, lama kelamaan cahaya itu semakin meredup. Haruskan aku merelakannya dan hidup tanpa cahaya? Ataukah Harus ku pertahankan walau melawan takdir yang ada? "Terimakasih telah menemani dan menjagaku selama ini," "Tak perlu berterimakasih, sebab kamu adalah cinta sejatiku. Meski dimensi kita berbeda." ⚜⚜⚜ A story by Cicicul (Kelompok 1)

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien