My Perfect Boy

My Perfect Boy

  • WpView
    LECTURES 2,509
  • WpVote
    Votes 101
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadTerminé dim., avr. 17, 2016
Note: Untuk pertama kalinya aku menulis cerita di wattpad sebenarnya sudah ada sih 2 judul aku tulis di laptop tapi belum berani untuk di publish. ya "My perfect boy" ini yang aku mau share sedikit sama kalian. Maklum masih amatiran hehe:) langsung aja deh HAPPY READING GUYS:) Sudah tidak ingat lagi berapa lama gue menjomblo, ya kata orang si jadi jomblo banyak gaenaknya dari pada enaknya ya kalo gaenaknya kalo malam minggu tiba gue siap siap dengan guling nunggu sampai malam itu berlalu dan kalo bisa, gue sebagai jomblo berdoa hujan datang semoga datang jadi yang pada mau malmingan pada batal'hehe jahat banget pemikiran gue. Dan gaenaknya lagi kalo ada acara acara yang bertema nya couple atau sejenis promnight gitu jelas jelas gue udah di tolak 100% gimana couple pacar aja ga ada. Nah tapi jangan pikir gaenaknya aja, enaknya juga ada kalo lagi deket sama siapa aja ga ada yang ngelarang, kemana mana bebas untuk sendiri, ga perlu pusing mikirin hari anniversery. ****** Next 1/2...
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Not A Perfect Husband ✔
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • IBU MERTUA ADALAH MAUT ( TAEKOOK VKOOK ) part 2
  • Natio
  • Antara Saudara [giemmy]
  • UL_UL (Aul & Ilul) (Tamat)
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )

Saat sebuah lamaran mendadak datang ke rumahku oleh Bu Lia, dengan begitu semangat aku menyetujuinya tanpa berpikir dua kali karena yang ada di bayanganku saat itu adalah berdiri berdampingan dengan senyum lebar bersama mas Herman, setidaknya itulah yang ku pikirkan sampai aku lupa untuk menggunakan pikiran dan akal sehatku, aku melupakan satu fakta penting bahwa anak Bu Lia bukan hanya mas Herman seorang!! Dan saat lamaran dadakan itu tiba, betapa terkejutnya aku, bukan mas Herman lah yang akan menikah denganku melainkan pria menyebalkan sekaligus penghancur masa remajaku yang bahagia. Rasanya aku ingin melarikan diri saja entah kemana, tapi ternyata tidak semudah itu melepaskan diri darinya dan ketika aku mempunyai alasan untuk melepaskan diri darinya, hati ini sudah enggan untuk pergi. *** ".... anaknya Bu Lia mau ngelamar kamu." "Hah?! Apa?!" mulutku seketika melongo, serius pak ustad itu ngelamar aku?! Ya Allah, sujadah mana? Aku mau sujud syukur, alhamdulillah ya Allah. "Aku mau kak! Aku mau!" jawabku dengan penuh semangat."Kapan dia mau lamar aku kak? kapan?! Sekarang juga boleh kak, aku udah siap, ya Allah. Aku siap kak!" ucapku semangat dengan senyum yang semakin melebar, bayangan tubuh gagahnya yang di balut tuksedo itu saja sudah membuat ilerku bergerak keluar, mahar surah Ar-Rahman pun aku mau ya Allah. *** .... kak Prita menuntunku menuju ruang tamu, aku melebarkan senyumku, disana ada Bu Lia, ada mas Herman, ada-- Tunggu, kenapa Randa memakai pakaian yang senada denganku?! Tunggu, apa aku melewatkan sesuatu?! Aku butuh udara, oksigen mana?! "Kak, kok dia pake baju yang sama kayak aku?" tanyaku tersedak, kepalaku tiba-tiba pening seketika. "Kan Randa yang ngelamar kamu," jawabnya yang seketika membuatku syok berat. *** Mari mampir ???????? ^^

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu