We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dear Linsson

Dear Linsson

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 13, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Mengapa seperti ini? Selalu aku yang mengagumi. Selalu aku yang mencintai. Dan... . Selalu aku yang berjuang. David tak sedikitpun menoleh padaku, setiap surat yang aku kirimkan padanya tak satupun dibalas. Memang sih salahku yang tidak mencantumkan nama saat mengirimkannya. Tapi memang aku tidak siap jika David mengetahui bahwa aku mempunyai rasa yang berbeda padanya. Rasa yang hanya timbul jika kita memandang lawan jenis sebagai pria seutuhnya, bukan hanya sekedar teman biasa. Mungkinkah akan terus seperti ini? Seperti hari-hari sebelumnya? Mengaguminya dalam diam?
All Rights Reserved
#88
heartbeat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • New World [REVISI]
  • Humoris Atau Romantis (END)
  • Pengagum Rahasia
  • Yang Tertinggal
  • Secret admirer
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • It HURTS
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]

Sequel Ventiones Academy **** Sebenarnya tidak ada yang aneh di hidupku. Hidupku berjalan seperti remaja usia empat belas tahun pada umumnya. Tetapi, seketika semuanya berubah. Iya, berubah. Tidak, bukan berubah dunianya yang berubah. Tapi, aku selalu dikejutkan dengan bisikan seorang lelaki yang begitu ... lembut? Dari nada bicaranya, sih dia seperti merindukanku, baiklah aku mulai ge'er sekarang, jadi lupakan. Kemudian, merasa diawasi setiap berada di luar rumah. Sampai akhirnya .... Aku bertemu seorang gadis yang kelihatannya seusiaku, dan dia mengaku bahwa aku adalah 'sahabat setianya'. Hahaha, 'sahabat setia'? Terdengar seperti 'babu setia' menurutku, upss. Tapi itu sungguhan. Lebih parahnya lagi, aku bisa mengeluarkan api dengan tanganku ketika aku sedang marah ataupun kesal. Waktu itu, hampir saja api ini membuat temanku terbakar. Beruntung aku langsung menjauh darinya. Sungguh mengerikan. Tapi, kenapa aku bisa mendapatkan hal aneh seperti ini? Kenapa aku bisa merasakan hal aneh seperti ini? Apa aku tidak normal? **** *Perhatian, banyak umpatan kasar di sini. Jadi dimohon untuk jangan menirunya di kehidupan sehari-hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines