The Cellphone

The Cellphone

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Thu, May 12, 2016
WpInfo
Fanfic
1Direction
Apa pendapat kalian jika setiap jam istirahat, ada seseorang yang selalu menduduki bangku kalian tanpa izin? Dan ia terus berada di situ sampai waktu istirahat berakhir. Menyebalkan bukan? Itulah yang ku alami saat ini. Roy, laki-laki populer dan tampan yang menjadi incaran para gadis inilah orang yang selalu menduduki kursiku tanpa izin. Aku bisa saja berkata 'itu bangkuku. Bisakah kau pergi?' tapi sayangnya aku tak seberani itu. Aku hanyalah seorang gadis berkacamata tebal, dengan rambut yang selalu di kepang di kedua sisi. Ya. Aku hanyalah seorang gadis cupu. -Riana
All Rights Reserved
#755
completed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • One Week Love 2 (Completed)
  • ONE HAND || TAEHYUNG BTS & SUJEONG LOVELYZ (TAEJEONG)
  • In Love
  • The Journey of Miss What (completed)
  • GEBETANKU B4NC1 (MxM) ✔
  • (I Still Remember the First Day I Met You) Lisa, Do You Love Me?
  • YOUNG MOMMY (G!P) - JENLISA✔️
  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Hi, i'm Leo :) This is my story

Dia menerima jabat tanganku dengan enggan. "gue Bony. Anak Psikologi semester 5." Aku menunggunya memperkenalkan diri tapi dia Cuma mengangguk. Kecanggungan muncul. Ini bukan bayanganku untuk seorang radio jokey. "well, ini proposalnya. Lo bisa baca dulu." Sekali lagi aku tersenyum. Dalam diam dia membaca proposal yang kusodorkan dan aku tak punya hal yang bisa dikerjakan selain memandang sekeliling atau keluar jendela. Tak sopan kalau aku mengeluarkan handphone tapi ini membosankan. Seharusnya aku membawa sebuah buku untuk dibaca. "bang Owik kan?" sapa 2 orang gadis yang entah muncul dari mana tiba-tiba ada disebelah kami. Mereka tersenyum sangat ramah. Cowok didepanku langsung mengangkat muka saat mendengar namanya disebut. Dan kemudian aku menyaksikan perubahan sifat paling drastis. "ya. Kenapa?" tanyanya dengan nada super bersahabat. Dia bahkan tersenyum sambil menurunkan hoody yang tadinya setengah menyembunyikannya. "kita benar-benar ngefans loh sama abang." Kemudian mereka basa-basi sebelum memintaku untuk mengambil foto. Tak Cuma sekali, selama dia mencoba membaca proposal yang kuajukan, aku sudah 4 kali berdiri untuk menjadi tukang foto dadakan. Dia berwajah sangat ramah saat ada yang menyapanya dan saat tinggal kami berdua, dia kembali diam penuh konsentrasi meninggalkanku yang terpaku. Apa aku baru saja menyaksikan seseorang dengan kepribadian ganda?

More details
WpActionLinkContent Guidelines