The Cellphone

The Cellphone

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Thu, May 12, 2016
Apa pendapat kalian jika setiap jam istirahat, ada seseorang yang selalu menduduki bangku kalian tanpa izin? Dan ia terus berada di situ sampai waktu istirahat berakhir. Menyebalkan bukan? Itulah yang ku alami saat ini. Roy, laki-laki populer dan tampan yang menjadi incaran para gadis inilah orang yang selalu menduduki kursiku tanpa izin. Aku bisa saja berkata 'itu bangkuku. Bisakah kau pergi?' tapi sayangnya aku tak seberani itu. Aku hanyalah seorang gadis berkacamata tebal, dengan rambut yang selalu di kepang di kedua sisi. Ya. Aku hanyalah seorang gadis cupu. -Riana
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Hi, i'm Leo :) This is my story
  • Love You Dangerously (completed☑)
  • In Love
  • REALLY LIKE HER - JENLISA [G×G]
  • GEBETANKU B4NC1 (MxM) ✔
  • I AM STUPID (GXG) - JENLISA✔️
  • YOUNG MOMMY (G!P) - JENLISA✔️
  • Golden Time ( On Going )

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines