Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
SADDEN
  • WpView
    Leituras 175
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, abr 15, 2016
Prolog Hari buruk.Dialah seseorang yang menghadirkan hari buruk ini. Air mata?Engga,air mata ini Engga boleh jatuh lagi,cukup!Gue lelah dengan semua ini,kenapa?kenapa harus gue?kenapa hal ini harus terjadi sama hidup gue?Apa gue masih pantas hidup? Biarlah semua berlalu dengan jalannya waktu.Ini yang terakhir dari awal yg begitu menyedihkan. Mencoba menguatkan diri dari hal yang sangat sulit diartikan. Menyendiri dari keramaian yang tidak berguna,menghindar dari perkataan yang sangat hina,menyadarkan diri dari mimpi yang sangat buruk. Apa selanjutnya masih ada stock hati?jika ada Tolong kasih ke gue,gue mohon!Hati gue udah busuk karna luka yang gak pernah sembuh,luka yang bertumbuh terus menerus ditempat yang sama. Tidak ada hari yang bahagia.Jika ada itu hanya sesaat,ingatt! Hanya sesaat.
Todos os Direitos Reservados
#83
namakamu
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Memories in Moon
  • Rintik Hujan
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • ANANDITASWARA [TERBIT]
  • Self Injury's(complete)✔
  • ALVIVA (END)
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Silence Of Tears (TERBIT)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo