Love that Transforms Us

Love that Transforms Us

  • WpView
    Reads 757
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 4, 2016
Aku yakin saat ini aku sedang bermimpi, tidak mungkin ini sebuah kenyataan. Bagaimana tidak, aku disukai lelaki yang sifatnya sama denganku, yaitu dingin dan keras kepala. Aku tidak mengira kalau aku memiliki pasangan yang sama-sama dingin dan keras kepala, membayangkannya saja tidak pernah. Apa yang akan terjadi nantinya jika kita bersatu? Entah. Tapi seiring berjalannya waktu, perasaan itu tumbuh didalam hatiku dengan sendirinya dan mengubah semuanya. Tapi.. Keputusan yang kubuat membuatku menyesal dan merasa bersalah. Namun Tuhan masih berbaik hati padaku dengan memberikan kesempatan kedua. Copyright ©2016
All Rights Reserved
#96
devan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You, Hope, and Memories
  • TAK BERSAMBUT
  • MINE (SELESAI)
  • FABULA AMORIS
  • Adina Dan Divan
  • My Possessive Nerd
  • FORGET THE TIME (yanneo)
  • [✔️] Anti Romantic ⋆ Jaesahi
  • Till I Meet You

~Sakura Minami~ Aku mencintainya sejak pertemuan pertama kami. Mungkin dia adalah jodohku, karena Tuhan mempertemukan kembali diriku dengannya . Tapi, dia seperti angin. Dia yang selalu ada di dekatku, tapi takkan pernah bisa ku gapai. Lalu aku bertemu dengannya. Dan pertanyaan muncul di benakku: jika dia memang jodohku, mengapa aku menggapai orang lain? ‬‪~Kenan Voresta~ Dia segalanya di hidupku. Ini bukan lirik lagu yang dia sukai, atau larik puisi yang ku kutip dari novel miliknya. Ini arti dirinya bagiku, dari dulu hingga nanti. Dan dia baru mengetahuinya, ketika dirinya dipelukan yang lain. Tapi, bukankah tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan yang dicinta? ‬ ‪~Brian Voresta~ Aku tak pernah menyesal bertemu dengannya, meskipun pada akhirnya, Tuhan lebih memilih untuk memisahkan kami. Dia adalah pewarna di hitam putih hidupku. Dan ku rasa, aku tak akan pernah menemukan penggantinya, karena separo jiwaku, ikut terbawa seiring dengan kepergiannya.‬

More details
WpActionLinkContent Guidelines