Who feel
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 15, 2016
Saat dijalan aku menuju pulang, tak sengaja ada yang memanggilku dengan nada keras katanya "Clau" dan aku menoleh dnegan muka bingung dan ternyata el yang memanggilku dan berkata "kamu mau kemana?"tanyanya Aku pun kaget ternyata itu el dan aku menjawab "mau jalan pulang kerumah" kata ku Sempainya aku dirumah, aku merenung sejenak,aku merenung kejadian tadi sore saat dijalan yang tidak terduga aku bertemunya dan kejadian tersebut mengingatkan aku, saat pertama kali bertemu dengannya, sekitar 5 bulan yang lalu FLASHBACK waktu itu bulan oktober,saat sekolah ku merayakan ulang tahun ke 32 Pertama,aku bertemu dengan dia. ketika kami melakukan tehnical meeting, saat itu terasa biasa saja Namun aku penasaran dengan dia Dan aku mencari tau tentang dia. Tapi saat aku melihat hp ku, aku terkejut karena laki-laki yang ku maksud itu mehubungi aku, aku berpikir mungkin dia mendapatkan id line ku dari instagrams punya ku. Pertama dia ngechat aku "kamu main getrich?" Katanya "Iya"kataku "Mau duel g
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puisi Kegagalan
  •  Cuman Kebetulan
  • why ?? (completed)
  • Don't Talk About Money
  • unstoppable
  • Love in Difference
  • CINTA TAK BIASA
  • Faktitius
  • 3 IN ONE
  • VEraunophile

"Diandra, berapa umurmu sekarang ?" Aku menutup kembali gelas minumku. "23 tahun, Mas", jawabku singkat. Ruangan ini lumayan luas, masih ada beberapa pegawai yang nampak masih sibuk dengan pekerjaan mereka meskipun sekarang sudah jam pulang. Meja mas Naufal tepat berada disebelahku. Dia juga yang menjadi trainerku selama tiga hari pertamaku kerja disini, menjadi staff purchasing di perusahaan Ibuku sendiri. "Umurku 25 tahun, Di" Aku bingung mau memberi tanggapan bagaimana. "Apa aku salah kalau aku memacari perempuan kelas 2 SMA ?". Aku berhenti mengetik, kalimatnya seolah menghujam gendang telingaku. Dan untuk pertama kali dalam tiga hari ini aku menatap wajahnya. "Dia seolah malu dengan statusnya sebagai pacarku" Mas Naufal mengusap dahinya lalu mengacak rambutnya sendiri. Aku kembali menatap layar laptopku. Berlagak seolah aku biasa saja dengan ceritanya. Angka angka dalam neraca yang tengah aku kerjakan mendadak memudar. Berganti menjadi kepingan kepingan dari memori lampau. 7 tahun yang lalu...

More details
WpActionLinkContent Guidelines