Story cover for Who feel by ClaudiaArwanda
Who feel
  • WpView
    MGA BUMASA 20
  • WpVote
    Mga Boto 7
  • WpPart
    Mga Parte 1
  • WpView
    MGA BUMASA 20
  • WpVote
    Mga Boto 7
  • WpPart
    Mga Parte 1
Ongoing, Unang na-publish Apr 14, 2016
Saat dijalan aku menuju pulang, tak sengaja ada yang memanggilku dengan nada keras katanya "Clau" dan aku menoleh dnegan muka bingung dan ternyata el yang memanggilku dan berkata
"kamu mau kemana?"tanyanya
Aku pun kaget ternyata itu el dan aku menjawab "mau jalan pulang kerumah" kata ku
Sempainya aku dirumah, aku merenung sejenak,aku merenung kejadian tadi sore saat dijalan yang tidak terduga aku bertemunya dan kejadian tersebut mengingatkan aku, saat pertama kali bertemu dengannya, sekitar 5 bulan yang lalu
FLASHBACK
waktu itu bulan oktober,saat sekolah ku merayakan ulang tahun ke 32
Pertama,aku bertemu dengan dia. ketika kami melakukan tehnical meeting, saat itu terasa biasa saja 
Namun aku penasaran dengan dia 
Dan aku mencari tau tentang dia.
Tapi saat aku melihat hp ku, aku terkejut karena laki-laki yang ku maksud itu mehubungi aku, aku berpikir mungkin dia mendapatkan id line ku dari instagrams punya ku.
Pertama dia ngechat aku
"kamu main getrich?" Katanya
"Iya"kataku
"Mau duel g
All Rights Reserved
Sign up to add Who feel to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Don't Talk About Money ni catheryn99
55 parte Kumpleto
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Lolly [END] cover
3 IN ONE cover
When Love is Breaking cover
Not Just A Friend cover
Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻] cover
VEraunophile cover
why ?? (completed) cover
Love Is A Choice (END) cover
Don't Talk About Money cover
CINTA TAK BIASA cover

Lolly [END]

35 parte Kumpleto

Kenalin, gue Lolly Muzema. Gue biasa dipanggil Lolly, ya, panggilan yang imut menurut gue. Gue adalah anak dari Pak Dito Valenzha Muzema dan Ibu Ardhila Putri. Murid SMA Normezza, kelas 11 Ipa 3 yang bisa dibilang ga pinter, dan sedikit bodoh. Tetapi, gue punya bakat dalam bermain gitar. Menurut orang yang udah kenal gue, gue bisa dibilang cuek dan bisa dibilang ga bisa diam. Mantan gue cuma 1, cukup 1 dan ga mau nambah. [skip] "Tanpa lo sadari, lo udah nyakitin hati gue kak!" Bentak gue sambil menahan tangis. "Ya itu sebuah resiko yang harus lo ambil karna lo suka sama gue!" Balasnya dengan sebuah bentakan juga. "Emang ga mikir lo ya, Kak" "Maksud lu apa? Kalo emang gue ga mau sama lo, ya udah, jangan maksa" "Sakit? Iya sakit? Itu juga gue rasain Ly, waktu lo deketin gue dan gebetan gue menjauh dari gue!" Ucapnya dengan nada tinggi. Jelas, kata-kata itu langsung menusuk dada ku hingga sesak. "Gue tau kak, tau banget, tapi kakak ga pernah tau apa yang gue rasain sekarang," Balas gue sambil meneteskan air mata. "Emang gue ga tau, dan gue ga mau tau" "Gue bakal buat lo nyesel, Kak," Ucap gue lalu pergi. Dia~ Penggores luka terhebat. @Copy Right, 2020 by @Csndra_asp