Ngapain Pake Jilbab?

Ngapain Pake Jilbab?

  • WpView
    Reads 2,145
  • WpVote
    Votes 85
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 15, 2019
"Tok! Tok! Tok!" Viny masuk ke dalam kelas tersenyum-senyum. Ini yang kesekian kalinya ia terlambat. Biasa, ia memang sudah dijuluki Miss. Late sama genknya. Mata kuliah bisnis telah usai. Viny dan genknya: Aura, Lisa, Cinta, dan Annisa menuju Masjid Baiturrahman untuk sholat dzuhur. Seusai sholat, mereka makan siang lalu ke ruang ROHIS, tongkrongan genk ini sehari-harinya. Mereka duduk sambil berbincang-bincang. Tiba-tiba "Assalammu'alaikum!" Agra! Cowok yang telah membuat hati Viny bergetar sejak pertama kali ia berjumpa. "Wa'alaikumsalam Wr. Wb!" jawab teman-teman Rohis dan Genk Viny. Ke empat teman viny serentak mengarahkan pandangannya ke arah Viny yang tengah asyik membaca majalah. Viny menoleh ke arah Agra, cowok berperawakan tubuh tinggi dan pemilik wajah imut manis itu. Nampaknya, Agra lebih cocok di bilang "Ikhwan" karena ia adalah seorang aktivis dibidang Rohis dan menjabat ketua Rohis tahun ini. Viny melanjutkan bacaannya. Agra memasuki ruang sekretariat Rohis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dirga
  • Two Rebels, One Love
  • Detektif Semprul "School Love Story"
  • ARSYA ✔
  • Memo Rasa ✔️ (Part Lengkap)
  • Sahabat till Jannah
  • Nerd Boy
  • Tatapan Elang & Hati Angsa
  • Aisyah
  • C I N (T) A (COMPLETE)
Dirga

Tak ada bedanya kehidupan anjing liar dan seorang Dirga Martawangsa. Sama-sama tak memiliki tempat pulang, sama-sama hidup semaunya. Menggonggong dan menggigit sana sini untuk bertahan dari dunia yang keras. Berbeda dengan kembarannya, Tirta Martawangsa yang merupakan ketua OSIS di SMA Adinata. Dirga justru menjadi siswa rebel yang gemar memberontak. "Aturan ada buat dilanggar, Tir. Kalo dari dulu kita taat aturan keluarga Martawangsa." Dirga menatap tajam pada kedua bola mata kembarannya. "Udah mati kita."

More details
WpActionLinkContent Guidelines