Twins ?

Twins ?

  • WpView
    Reads 1,086
  • WpVote
    Votes 114
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 8, 2017
Perjalanan panjang setelah 18 tahun berlalu. Mereka tak mengenal satu sama lain dan bertemu disaat yang mungkin tak terbayangkan sama sekali. Yaa Vallerie Crown Wijaya dan Violet Flow Wijaya adalah saudari kembar namun orang tua mereka harus bercerai karena hal tertentu sehingga mereka tidak pernah bertemu sejak mereka berumur 5 bulan. Vallerie di bawa oleh daddynya yang kaya raya sedangkan Violet dengan mommynya. Vallerie yang sangat manja hidup nyaman di rumah yang besar serta pembantu yang siap melayani dia, namun apakah Violet merasakan hal itu jga ? Akankah mereka dapat mengetahuinya ? Kapan dan bagaimana mereka dapat mengetahuinya ? Apakah mereka dapat menerima bahwa mereka kembar ? Bagaimana hubungan percintaan mereka masing-masing ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • The Twins ✔ ( Selesai )
  • RAINA (COMPLETED)
  • VIAYLAZAPYA'S [Sudah Terbit]
  • Let Me Love You Longer
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • [END] When the Stars are Tired
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • My Cool Boyfriend

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

More details
WpActionLinkContent Guidelines