SURAT TANPA TITIK

SURAT TANPA TITIK

  • WpView
    Reads 461
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 19, 2016
Aku terus menerima surat itu. Surat yang selalu kutemu di laci tepat pukul tujuh. Setiap hari, tak pernah berhenti. Selalu ada kata cinta dalam surat itu. Betapa kurasa semakin suka ketika terus membaca surat itu. Kalimatnya, seakan tak pernah bisa kutinggalkan. Tiap kata, kalimat, dan paragraf mataku tak pernah bisa berpaling. Kalimat puitis yang terus mengalir, tanpa titik.... Betapa membuat bergetar dan berdebar... Ya, hari ini, aku akan membaca surat keseribunya.... Tapi, ternyata... Apakah ini surat terakhirnya?
All Rights Reserved
#3
cheklit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Ra-Re
  • Saat Aku Melihatmu
  • Setelah Kita Putus (Sudah Terbit)
  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Sulthan [Revisi]

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines