Puitis Puisi

Puitis Puisi

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 18, 2016
****Semua yang terkandung dalam tulisan ini adalah bukan hak milik aku. Siapa yang tak kenal dia. Binatang jalang dari kumpulannya yang terbuang. Sempat terpinggirkan oleh zaman Jepang. Perang yang terus berlalu lalang tidak membuatnya gentar ataupun takut. Sosok penyair bohemian yang rindu akan kebebasan, sempat merdeka meski belenggu penjajahan mengangkang.Tak peduli peluru menerjang kulitku, aku tetap meradang menerjang, luka dan bisa kubawa berlari, hingga hilang pedih peri dan aku akan lebih tidak peduli, aku mau hidup seribu tahun lagi.Sederet larik di atas, dengan kata sederhana namun memberikan energi, kekuatan bagi mereka yang mendengarnya. Dia sang penyair liar, Chairil Anwar. Kehidupannya yang amburadul, anti kemapanan tak membuatnya gerah menghadapi rumitnya pada saat ia mengangkangi bumi ini. kehidupan setiap orang memiliki warna-warni yang saling berbeda dan hal itulah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAYANG, MAAFKAN AKU [C]
  • TULIP KEJORA | R
  • Kerana Cinta
  • 𝐌𝐚𝐰𝐚𝐫 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐇𝐮𝐦𝐚𝐢𝐫𝐚
  • SALAHKAN AKU
  • Cinta Penjerat Hati
  • MAWAR ARLYA [HIATUS]

Demi kesempurnaan, Armaya sanggup meninggalkan Zaquan iaitu lelaki yang benar-benar mencintai dirinya. Namun, kesempurnaan yang dicari bertukar derita. Ditinggalkan lelaki yang kononnya sayang padanya. Bukan setakat itu, dia ditinggalkan setelah terlahirnya anak 'luar nikah' di atas bumi ini. Perasaan cinta bertukar dendam. Zaquan mencari jalan untuk menjerat perempuan itu ke dalam perkahwinan. Kesakitan yang ditanggung tidak mampu dileraikan. Lapan tahun hidup diselubungi derita tatkala kekasih hati pergi mengikut lelaki lain. Luka kian berdarah, apabila wanita itu melahirkan anak luar nikah. "Saya rela jadi perempuan simpanan awak asalkan awak bantu saya bayar kos pembedahan jantung Ilman." - Armaya. "Kalau dah pelacur, selamanya pelacur. Anak luar nikah tu sepatutnya mati." - Zaquan. Perkahwinan yang terjalin semata-mata untuk menyelamatkan si anak yang menghidapi penyakit jantung berlubang. Walaupun berstatus luar nikah, dia tetap menyayangi anak itu. Demi kesembuhan si anak, Armaya rela harga dirinya diperjudikan. "Kalau aku nak, kau kena bagi. Lagi satu, jauhkan anak haram tu daripada aku. Jijik!" - Zaquan. "Jika benci di hati masih menebal untuk saya, lepaskan dekat saya. Ilman tak salah," - Armaya. Hubungan yang sedia retak menanti belah bertambah parah dengan sekembalinya lelaki itu. Kembali untuk menuntut si kecil. Armaya terngadah. Zaquan tersenyum. "Aku boleh bagi kau anak yang comel-comel. Serahkan saja anak haram tu pada ayah dia," - Zaquan. Mampukah Armaya menempuh dugaan yang menimpa dirinya? Mampukah Armaya memecahkan dinding kebencian di hati lelaki bergelar suami? Adakah si kecil mampu diselamatkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines