Black side

Black side

  • WpView
    Reads 301
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 16, 2016
"Kepada semua orang yang sedang mendengarkan siaran ini berlangsung, kami ingatkan kembali, bahwa Hari Kesucian akan di mulai pada hari ini. Ketika sirine mulai terdengar, maka Hari kesucian akan di mulai. Pertanda -Pemerintah pusat" ** Aku dan keluargaku masih terdiam menatap Tv, kami semua diam dan keheningan yang memenuhi ruangan kami. Ya, seperti biasanya. Setiap pagi, mereka akan selalu menayangkan pemberitahuan ini. Pemberitahuan yang menurutku cukup penting, atau mungkin sangat penting bagikami semua. Bila aku mengingatnya, ini semua terjadi 90 tahun yang lalu, saat itu,aku masih sangat muda, usiaku baru menginjak 19 tahun. Pertama yang ku ingat adalah musim panas pertama, dan aku sedang tertidur di dalam kamarku yang nyaman. Sangat nyaman. Bila aku ingat, itu terjadi saat tengah malam. Aku memang sedang terlelap dalam tidurku, namun, peristiwa itu!! aku tidak akan pernah melupakannya. Tiba-tiba aku terbangun, dengan cahaya yang melintas di atas langit. Aku melihatnya dari jendelaku, aku terpaku memandangnya, cukup lama untuk tertegun betapa indahnya cahaya itu. Aku berpikir mungkin itu alien atau komet, yang jelas, aku terhipnotis dengan cahaya menyilaukan itu. Lama-lama, sesuatu mulai terjadi. Cahaya itu mulai melebar, lebih terang dari sebelumnya, dan jauh lebih terang lagi dari sebelum-sebelumnya, sampai membuat mataku terasa silau dan aku tidak bisa melihat apapun. Mataku tiba-tiba menjadi Buta,Aku mencoba untuk beradaptasi dengan semuanya, dan perlahan-lahan, pengelihatanku kembali normal, pelan namun pasti, aku mulai bisa melihat kembali, dan saat aku menatap ke atas langit, cahaya itu sudah lenyap tak terisa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ππ„ππ‘πŽπŒπ„ππŽ
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • [2] Keluarga Kaktus | Ondah Family
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • jangan percaya seseorang
  • ngger adalah vandyku
  • Full Of Scratches

𝐊𝐒𝐬𝐚𝐑 𝐬𝐒𝐧𝐠𝐀𝐚𝐭 π›πžπ«π§πšπ¦πš π“πšπ€ππ’π« * * * Membantu menemukan penyebab dibalik ditemukannya Dewi dalam keadaan mengenaskan membawaku pada sebuah pengalaman panjang. Awalnya semua biasa saja, kami datang mengucapkan bela sungkawa kepada kedua orang tua Dewi, mereka pasti terpukul telah kehilangan putri semata wayangnya. Namun semua berubah saat tanpa sengaja kulihat seorang pria datang dengan keadaan kacau menghampiri jenazah Dewi. Dia tidak menangis, tapi netranya menyiratkan suatu kemarahan, penyesalan, juga ketakutan. Berulang kali bibirnya mengucapkan kata 'maaf' tanpa suara. "Maafin gue. Lo jadi korban dari masalah gue. Maafin gue...Seharusnya gue yang ada di pemakaman ini, bukan lo, ini salah gue. Kenapa lo harus ada disana waktu itu? andai lo gak ada disana semuanya gak bakalan kayak gini. Gue masih bisa liat lo ketawa, gue masih bisa liat lo marah marah karena masuk BK, gue masih bisa liat lo pusing mikirin urusan OSIS sampe ketiduran... gue masih bisa liat lo... bujuk gue buat nikahin elo, padahal lo masih SMA. Tapi, gue janji gue bakal nyari cara supaya kita bisa ketemu...supaya, gue bisa nikahin elo sekarang. Gak peduli lo masih SMA yang penting jaga diri lo baik baik, gue bakal nemuin lo dan kita nikah... Gue janji!" *** "Ceritain ke gue apa yang terjadi sama Dewi malam itu!" "Tolong bawa aku ke dalam dunia itu, kita cari Dewi disana, jiwanya dikirim kesana sama musuh keluargaku. Tolong, kamu pasti cewek yang disebutin ramalan ini." "Lu sakit jiwa ya? Mikir dong, Dewi udah meninggal, dan orang meninggal itu ya perginya ke akhirat. Lo malah ngelantur Dewi dikirim ke dunia lain!" "Aku bukan penghuni dunia ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines