We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
One Last Time

One Last Time

  • WpView
    Reads 475
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 24, 2018
WpInfo
Fanfic
Aku hanya orang biasa saja. Tidak ada yang istimewa dari kehidupanku. Bersyukur dengan apa yang telah diberi oleh Tuhan selama ini, itulah yang selalu aku lakukan. Sekalipun tidak pernah berangan-angan untuk memiliki kehidupan bak orang ternama. Namun semua itu seketika berubah sejak pertemuanku dengannya yang tidak disengaja. Semua berubah, hidupku tidak seperti kehidupanku yang sebelumnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • M E M O R Y  (On Going)
  • An Ordinary Love Story [UNDER REVISION]
  • THROWBACK
  • I Can't Loving You
  • Jodohku
  • Lonely Love || Hunlice ✓
  • Gadis Populer & bodyguardnya
  • Time Lapse || Hunlice ✓
  • Be My Light
  • Fall For You

Cerita yg tadinya gue pikir Cuma terjadi dalam sinetron yg gue liat ditelevisi. Yg alurnya sama sekali nggak gue duga dan gue sangka bisa gue alamin sendiri. Susah dan senang memang menjadi satu paket alur yg akan diterima saat kita masih hidup. Gue sadar itu. Karena nggak mungkin hidup itu Cuma seneng aja, begitu pun sebaliknya. Tetapi menurut gue, hidup gue ini lebih banyak susahnya sih dari pada senengnya. Hehe. Mungkin karena gue kurang bersyukur dengan segala nikmat yang udah Allah kasih ke gue. Bisa jadi. Tetapi kalau kalian yg mengalami apa yang gue alamin, mungkin kalian bakal pilih untuk bunuh diri atau lari dari semua kenyataan hidup kalian. Bukan maksud sombong dan sok bisa menjalani semuanya, tetapi memang hidup yg gue jalanin ini emang berat dan keras banget. Siapa pun temen deket gue yg gue curhatin masalah kehidupan gue pasti pada geleng-geleng kepala sendiri dan ngucapin supaya gue banyak bersabar menghadapinya. Keluarga, sahabat, bahkan pacar sekali pun cuma datang silih berganti dan mau mengakui status gue terhadap mereka pas mereka lagi butuh sesuatu sama gue. Haha. Sakit emang, tapi mau gimana lagi. Cuma rasa sabar yg bisa gue panjangin buat ngehadepin semua itu. and then satu hal yang gue inget n yakin sampai saat ini adalah nggak akan ada orang yang bisa gue percaya or gue jadiin tempat sandaran selain diri gue sendiri dan Allah SWT semata. Penasaran gimana kisah hidup gue? Lets check this out !!

More details
WpActionLinkContent Guidelines