KEKOSONGAN HATI

KEKOSONGAN HATI

  • WpView
    Reads 371
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 6, 2017
Kini hatiku kelu tak dapat lagi merasakan bagaimana mencintai. Hal yang sepadan untuk berfikir, "tidak ingin mengulangin hal bodoh yang membuat ku terjatuh kedalam keterpurukan masa lalu." Cinta itu sulit nan rumit bagaikan seorang Anak kecil yang ingin menggapai bintang-bintang yang berada diatasnya, ataupun seperti seorang Remaja yang ragu dengan perasaanya. . . . . Maaf Readers, ada bagian cerita yang di private. Untuk mengetahui lebih lanjut jangan lupa follow ya!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • NESTAPA [On Going]
  • It HURTS
  • Yang Dicari
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • Tertinggal
  • Now or Never
  • No Longer Mate
  • NYAMAN [Proses Revisi]

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines