Golden Leaves

Golden Leaves

  • WpView
    Reads 334
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 10, 2016
[1/1] Dulu setiap hari, setiap waktu, setiap jam, setiap menit, setiap detik, Alyssa tidak bisa mengalihkan pandangannya dari dia. Dia, orang yang selalu mengisi hari-hari Alyssa dulu. Dia, orang yang mempunyai sifat berbanding terbalik dengan Alyssa. Dia, orang yang berharga untuk Alyssa. Dia, orang yang mengajarkan banyak pelajaran hidup kepada Alyssa. Bahwa, manusia datang dan pergi sesuka yang ia mau. Ada banyak kemungkinan yang terjadi. Mungkin, ia akan kembali dan memulai lagi dari awal, atau melanjutkan apa yang terjadi dulu, sebelum ia pergi. Dan mungkin, ia kembali untuk pergi lagi, selamanya. Lalu, mana kemungkinan yang akan terjadi di kehidupan Alyssa?
All Rights Reserved
#266
broke
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THANK YOU MAHESA
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)
  • Keysha
  • Fake Love
  • The First, Not the Last
  • LOVE for TIME
  • Diam Diam Nikah
  • Lost in Reverie [Moqeel]

Lili tidak pernah menyangka bahwa kepindahannya ke Blitar akan mengubah hidupnya selamanya. Malam pertama di rumah barunya, sebuah kejadian aneh terjadi-sebuah buku jatuh dari meja belajarnya tanpa sebab yang jelas. Dari kegelapan, muncul sosok pria tampan dengan tatapan teduh yang memperkenalkan dirinya sebagai Mahesa. Bukan manusia, bukan pula makhluk biasa, Mahesa adalah penjaga yang selalu berada di sisinya, melindunginya dari bahaya yang tak kasat mata. Seiring berjalannya waktu, Lili mulai terbiasa dengan kehadiran Mahesa. Mereka berbagi cerita, tawa, dan kebersamaan yang tak tergantikan. Mahesa bukan hanya pelindung, tetapi juga sahabat dan sosok yang mengisi ruang kosong dalam hati Lili. Namun, seindah apa pun kebersamaan mereka, Mahesa hanyalah makhluk dari dunia lain yang tak bisa selamanya berada di sisinya. Ketika Lili mulai menyadari perasaannya, Mahesa harus pergi. Dia percaya bahwa Atya, seorang teman dekat Lili di dunia nyata, adalah sosok yang lebih pantas untuk melindunginya. Perpisahan yang tak terhindarkan ini menghancurkan hati Lili, namun Mahesa telah memastikan bahwa ada seseorang yang akan selalu ada untuknya. Dengan air mata yang jatuh di tepi pantai, Lili mengucapkan selamat tinggal pada Mahesa, menyadari bahwa Cinta Sejati Tak Selalu Harus Memiliki. ~25.01.29

More details
WpActionLinkContent Guidelines