A Real Life

A Real Life

  • WpView
    Membaca 1,308
  • WpVote
    Vote 142
  • WpPart
    Bab 15
WpMetadataReadLengkap Sab, Mei 19, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
Benar apa kata syair sebuah lagu, bahwa kehidupan ini hanyalah panggung sandiwara. Kehidupan yang sebenarnya penuh dengan perjuangan, baik cinta dan air mata. Sudah seharusnya kita bersikap biasa dengan senang dan sedih, dengan rindu dan benci, dengan manis dan pahit, dan dengan pertemuan dan perpisahan. Karena nyatanya semua itu lah yang akhirnya membawa kita pada sosok jati diri sebenarnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#73
pelajaranhidup
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Diantara Kalian
  • HSM 1: OLYMPIADS [END]
  • Merta (Le Pouvoir Sur Tout Est)
  • Last Scene
  • Good Bye & Welcome #Wattys2017
  • A R A S I [TERBIT✓]
  • Bibliomania
  • METANOIA (REVISI)
  • AKSARA
  • GALANG [SELESAI]

"Bukannya ini yang Lo mau!! Lo gak suka kan gua ikut campur dalam kehidupan Lo?! Lo risih kan kalo gua terus ngontek Lo. Trus apa salah gua sekarang?! Bukannya Lo sendiri yang ngomong kalo gua itu BUKAN SIAPA-SIAPA LO" Ketus Adit "Apa?? Lo marah sama gua karna perihal itu?? Okke gua minta maaf, kalo emang waktu itu omongan gua nyakitin hati Lo" lirih Rara merasa bersalah, sedangkan Adit hanya mengacak wajah kasar. "Pasti karna ini juga kan Lo kemaren matiin telfon gua gitu aja!! Dan ngebatalin rencana yang udah Lo rencanain ke gua!! Iyya kan?? Bener dugaan gua pasti Lo baper atas omongan gua." Tambah Rara menatap sendu Adit. "Bukannya gua baper.. gua cuma mikir gitu 'oh Iyya, bener kata Lo, gua emang bukan siapa-siapa lo' gua hanya sekedar benalu dalam kehidupan Lo. Kedatangan gua kembali malah ngebuat hubungan Lo sama Raffa terusik. Setidaknya dengan cara gua kembali ngejauhin lo, Lo akan lebih tenang tanpa ada pengganggu kaya gua" balas Adit menatap ke arah lain "Tapi dit, gua gak bermaksud kaya gitu" ucap Rara memegang tangan kiri Adit dengan mata berkaca-kaca, entah mengapa ia sangat ingin menangis dengan ucapan Adit tadi. "Niat Lo udah bener, dan gua bakalan bantu wujudin niat Lo itu. Sumpah demi apapun gua sama sekali gak berpikir kaya gitu" ucapnya gemetar, Tetapi Adit malah melepas tangan rara, ia menghela napas dan langsung membalikan tubuhnya. "Maaf gua harus pergi. Gak usah khawatirin gua Ra, gua cuma lagi pengen sendiri." Lalu berjalan meninggalkan rara, Rara tak sadar ia telah meneteskan air matanya setelah seperginya Adit dari hadapannya. Tak lama Rachel menepuk pundak Rara dari belakang, buru-buru rara langsung menghapus air matanya dan tersenyum palsu ke Rachel. . . . . . . . penasaran mending baca dulu, clam guys ini bukan nyeritain tentang PHO, kalian belom tau alur sebenarnya kaya apa, so mau tau lebih jelas baca yukkk😚😅😆 Peringkat : #60 nyata (29 Januari 2019) #88 lucu (11 Januari 2019)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan