Dengan jarak satu meter, yang hanya cukup dilewati satu orang saja, aku bisa memperhatikannya. Aku berada di ruang kelas yang sama dengannya, aku bernafas dengan udara yang sama dengannya. Dan aku tidak mengenalnya. Dia bukan apa-apa selain murid keras kepala yang bicara seenaknya, tidak mau kalah dan merasa dirinya selalu benar, memiliki rambut yang sama denganku, mata yang indah, pribadi yang baik, serta senyum yang tidak pernah bisa kulupakan.
Aku menyukainya, tapi aku bukan siapa-siapa. Dan dia juga bukan siapa-siapa. Walaupun jarak kami hanya satu meter, kami bukan siapa-siapa. Sampai sekarang, sampai dia mendunia. Aku bahkan tidak bisa mendekatinya lebih dari 100 meter, ruangan tempatnya berada tertutup rapat dan udara yang ia hembuskan telah habis di ke-99 meter sebelumnya.
Tapi aku tetap menyukainya. Sembari membawa sebuah kipas bertuliskan "Min Yoongi" aku menunggu gerbang konser dibuka.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang