The Saga : Iria

The Saga : Iria

  • WpView
    Reads 285
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sun, May 8, 2016
WpInfo
Fiction
Fantasy
Sebuah Dunia yang telah dibuat oleh para Goddess terdahulu dan diturunkan ke tangan Morrighan. Dunia tersebut disebut sebagai Erinn. Erinn memiliki tragedi yang begitu besar sehingga Goddess of Peace atau Morrighan berpikir dua kali untuk menyelamatkan Erinn dari kekacauan. 4 pemuda yg terpilih oleh Morrighan akan melakukan petualangan yang seru dan penuh kekejaman dari pihak musuh, juga dibalut dengan sedikit humor. Terima kasih telah membaca ^.^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KACA DIMENSI
  • Train to Yogyakarta| ✔️
  • ARIELLE  {The Heir Of Tarium}
  • Erina: The Curse of Light (Sudah Terbit)
  • Three Anomalies [Hiatus]
  • Tiga Langkah, Untuk Mengubah Jalan Takdir

Fantasy Petualangan Modern Ilham, seorang remaja pemalu dengan masa lalu tak terselesaikan, menemukan sebuah cermin tua bernama Agrios-benda misterius peninggalan ayahnya yang menghilang bertahun-tahun lalu. Saat menyentuhnya, Ilham terseret ke dalam Avarna, dunia dimensi yang tidak terbuat dari ruang dan waktu, melainkan dari kemungkinan, emosi, dan cerita yang belum selesai. Di Avarna, kota-kota seperti Metron yang selalu bergerak, Valon tempat emosi dikunci dalam bentuk fisik, dan Solare yang membakar kebohongan, menguji sisi terdalam dirinya. Bersama Yuna, tokoh fiksi yang hidup dari tulisannya, dan Kael, entitas antara manusia dan algoritma, Ilham berusaha memahami misteri Avarna-dan perlahan menyadari bahwa semua ini bermuara pada satu hal: dirinya sendiri. Namun Avarna tidak hanya menyimpan harapan, tapi juga bayangan. Ia harus menghadapi Veyra, sosok yang tak lain adalah cerminan masa depannya-kemungkinan dirinya yang memilih untuk membiarkan dunia nyata hancur demi cerita yang sempurna. Pertarungan mereka bukan soal kekuatan, tetapi tentang narasi, pilihan, dan pengampunan. Kaca Dimensi bukan sekadar kisah fantasi. Ini adalah novel tentang perjalanan menemukan identitas, luka yang tidak disembuhkan dengan pelarian, dan kekuatan kata-kata untuk menyatukan dunia. Di akhir, Ilham bukan hanya menyelamatkan Avarna. Ia membangun jembatan antara realita dan imajinasi-menjadi penjaga dari cerita-cerita yang menunggu untuk didengar. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines