Story cover for BBG [1]Brave by Tisarikind
BBG [1]Brave
  • WpView
    reads 480
  • WpVote
    Stemmen 32
  • WpPart
    Delen 6
  • WpView
    reads 480
  • WpVote
    Stemmen 32
  • WpPart
    Delen 6
Lopende, voor het eerst gepubliceerd apr. 18, 2016
Hidup tanpa orangtua yang lengkap membuat diriku mandiri. Terbukti saat ibu ku meninggal 2 tahun yang lalu akibat penyakit yang menggerogoti tubuhnya, aku mulai hidup mandiri,Ayah mulai kerja gila-gilaan "katanya biar nggak sedih,biar gue hidup berkecukupan".

Tapi untungnya aku punya sahabat yang setia ada di sampingku. Namun berharap lebih, karena setiap orang yang ku sayang pergi meninggalkan ku. Mama dan juga dia. " Yuki Shara Crown "


***

Tegas, mandiri, dan dewasa 3 kata yang bisa mendeskripsikan sosok yang ku pandang saat ini. Dia tengah tertawa bersama sahabat-sahabatnya, namun sepintar apa dia menyimpan itu aku tau kalau dia hanya memasang topeng di hadapan sahabatnya. Bahkan mereka tidak tahu kalau senyum dan tawa itu hanya topeng semata."Ray Maulana Tanuwijaya"
Alle rechten voorbehouden
Meld je aan om BBG [1]Brave aan je bibliotheek toe te voegen en updates te ontvangen
of
Inhoudsrichtlijnen
Je bent misschien ook geïnteresseerd in
I Love You door TiaraFebiola3
44 delen Compleet
Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?
Je bent misschien ook geïnteresseerd in
Slide 1 of 10
Ain't Your Daddy (COMPLETED) cover
Rahasia Boboiboy Gempa  cover
Hate Me Past, Not Now cover
Oddly Coupley (Complete) cover
ABOUT LIFE cover
Bulan [End] cover
Meant To Be cover
Hopeless cover
I Love You cover
Bumi Ranah Sagara ~Tamat~ cover

Ain't Your Daddy (COMPLETED)

67 delen Compleet Voor volwassenen

Pernikahan Jamila Istari (30) dan Nadiem Arif Prakoso (38) sudah tiga tahun kandas, huru-hara dipicu oleh ketidak puasan Ami yang merasa kurang segala-galanya. Di zaman ini, di ekonomi yang begini, dia harus bertahan dengan Nadiem yang luntang-lantung setelah bisnisnya gulung tikar? Yang benar saja! Ami itu high maintenance! Belum lagi dia juga ikut menanggung hutang ibunya. Plus, ibu dan kakak Nadiem yang pelit pula. Di bayangan Ami, terbebasnya ia dari Nadiem bisa membuat kehidupannya lebih baik. Kenapa tidak? Toh, Ami punya gelar, kompeten, supel, cantik, ada pula harta gono-gini yang harus Nadiem berikan untuknya. Sudah sangat amat cukup, Ami bisa bekerja lagi dan menikmati uangnya seorang diri. Tapi nyatanya, tidak. Tiada beda, justru lebih berat, lebih parah, lebih menjengkelkan. Ami pusing, mual, mumet, apalagi setiap kali putrinya, Kanaya yang masih berusia tujuh tahun itu merengek-rengek ingin bertemu si Papi. "Mami ayooooooo! Kita cari Papi, aku mau Papi, kangen Papi, mau ketemu Papiiiiii!" "Papi kamu udah punya anak baru." "Haaaa! Mamiiiiii!" Rasanya Ami ingin menjerit dan bergulung-gulung saja!