Butiran Tasbih Cinta

Butiran Tasbih Cinta

  • WpView
    Membaca 26,143
  • WpVote
    Vote 1,502
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Sep 4, 2017
Bagaimana jika cinta datang di waktu yang tidak tepat, berlabuh pada seseorang yang sama, atau bahkan takdir tidak tertulis untuk bersama? *************** "For the name I mentioned, please come to the yard right now and quickly. I call you until ten! One! Two!" Suara lantang itu terdengar bagaikan tiupan sangkakala bagi Latifah, namanya baru saja disebutkan oleh salah satu anggota bahasa di pondok pesantren tempat ia belajar. Ia langsung memakai kerudung di kepalanya, tanpa memperdulikan rambutnya yang masih basah. Beberapa santriwati pun terlihat terburu buru untuk menuju lapangan sekolah yang berada di depan asrama putri. Mereka tak mau mengambil resiko untuk mendapat hukuman lebih banyak lagi. "Ih, aku mah capek kena punishment bahasa terus, siapa sih yang nyatet aku?!" keluh Latifah ditengah perjalanannya. "Use english language, please! kalo ada yang dengar gimana?" ujar Alifia, teman sekamar sekaligus teman sekelas Latifah. Saat Latifah sudah berdiri di tengah lapangan bersama dengan teman temannya yang juga mendapatkan hukuman, mata Luthfi tak henti hentinya melihat Latifah yang berdiri dengan wajah kesalnya, dari lantai atas kelas. "Always get punishment, dear" gumam Luthfi seraya menggeleng gelengkan kepalanya, melihat adik perempuannya selalu menjadi queen of language di setiap harinya. ~Tidak mematuhi peraturan, tidak membuatmu nyaman~
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#409
kasihsayang
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ELZEAN [On Going]
  • Laskar Jingga
  • Satu Nama dalam Sujud
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • 𝐖𝐢𝐝𝐨𝐰𝐞𝐫? ✓ (Belum Revisi)
  • TAKDIR HIDUP
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Teman Lama (Empat)
  • 74/366

[ALASKA UNIVERSE 3] "Jika kamu menyukai langit dan laut, maka kamu harus siap menerima segala jenis cuacanya dan segala bentuk pasang surutnya."-Eliza. • • • "Gue cuma milik lo, selamanya." "Lo pembohong, Kak!" • • • Tentang Xaviera Eliza Araksa yang jatuh cinta pada pandangan pertamanya untuk seorang Albara Zeandra Rajasa. Meski Liza yang lebih dulu jatuh hati, namun nyatanya Zean lah yang mati matian berusaha membuat Liza percaya bahwa dia sangat mencintai Liza. Di saat semua yang Zean berikan sudah cukup membuat Liza percaya dengan cintanya, Liza malah di patahkan oleh satu fakta menyakitkan, membuatnya menjauhi Zean. Dengan susah payah Zean kembali berusaha mengembalikan kepercayaan Liza namun tak pernah lagi di anggap oleh gadis itu. Apakah nantinya Zean berhasil mendapatkan kepercayaan Liza?? • • • "Lo beruntung, Liz. Lo punya Daddy yang sayang banget sama lo. Lo punya keluarga besar yang selalu memprioritaskan lo." Eliza tersenyum miris, "Di balik itu semua, lo ga tau apa yang tuhan rebut dari gue, Sha." Hidup di dunia tanpa sosok seorang Ibu tentu sangat berat. Itulah yang Eliza rasakan. Ia di besarkan oleh Ayahnya seorang. Ibunya meninggal saat melahirkannya. Namun Eliza tidak kekurangan kasih sayang sedikit pun, karna Gaviano selaku Ayahnya mampu menjadi sosok Ayah sekaligus Ibu yang baik untuk Eliza. Eliza juga di kelilingi keluarga yang hangat dari sisi Ayah bahkan Ibunya. Ia di kelilingi teman teman yang baik. Tapi ia tetap ingin merasakan hangatnya kasih sayang seorang Ibu. "Jika kamu melihat kehidupan seseorang jauh lebih baik dan beruntung darimu, coba tanya, apa yang tuhan rebut darinya." Xaviera Eliza Araksa. DISCLAIMER! •fiksi and 100% murni karangan penulis •Ignore typo •Warning harsh word and aldult area, HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN! •All pict by pin •Setiap alur tidak ada kaitan apapun dengan face claim di real life. BE A SMART READER! •PLAGIAT HARAP MENJAUH Start: 07/01/2024 Finish:-

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan