Butiran Tasbih Cinta

Butiran Tasbih Cinta

  • WpView
    Reads 26,144
  • WpVote
    Votes 1,502
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 4, 2017
WpInfo
Fiction
Social Themes
Bagaimana jika cinta datang di waktu yang tidak tepat, berlabuh pada seseorang yang sama, atau bahkan takdir tidak tertulis untuk bersama? *************** "For the name I mentioned, please come to the yard right now and quickly. I call you until ten! One! Two!" Suara lantang itu terdengar bagaikan tiupan sangkakala bagi Latifah, namanya baru saja disebutkan oleh salah satu anggota bahasa di pondok pesantren tempat ia belajar. Ia langsung memakai kerudung di kepalanya, tanpa memperdulikan rambutnya yang masih basah. Beberapa santriwati pun terlihat terburu buru untuk menuju lapangan sekolah yang berada di depan asrama putri. Mereka tak mau mengambil resiko untuk mendapat hukuman lebih banyak lagi. "Ih, aku mah capek kena punishment bahasa terus, siapa sih yang nyatet aku?!" keluh Latifah ditengah perjalanannya. "Use english language, please! kalo ada yang dengar gimana?" ujar Alifia, teman sekamar sekaligus teman sekelas Latifah. Saat Latifah sudah berdiri di tengah lapangan bersama dengan teman temannya yang juga mendapatkan hukuman, mata Luthfi tak henti hentinya melihat Latifah yang berdiri dengan wajah kesalnya, dari lantai atas kelas. "Always get punishment, dear" gumam Luthfi seraya menggeleng gelengkan kepalanya, melihat adik perempuannya selalu menjadi queen of language di setiap harinya. ~Tidak mematuhi peraturan, tidak membuatmu nyaman~
All Rights Reserved
#701
cintamonyet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVANSA [Completed]
  • Bocil kematian VS Pencari kedamaian • [Lilynn]
  • Laskar Jingga
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • 𝐖𝐢𝐝𝐨𝐰𝐞𝐫? ✓ (Belum Revisi)
  • By The Phone
  • 74/366
  • DLS [ 2 ] Ansellina

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines