Sepotong Hati Yang Baru

Sepotong Hati Yang Baru

  • WpView
    Reads 1,940
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 26, 2017
WpInfo
Fiction
Social Themes
Ketika hati lebih memilih untuk bertahan bersama rasa sakit, menjadikan rasa sakit terpatri dalam hatinya. Membawa luka yang tiap detik dapat menerkamnya. Hingga saat sebuah rasa yang sudah lama ia lupakan dan terkubur jauh dalam dasar hatinya membuncah kembali dan membawa sepotong hati yang baru. Sekuat apapun engkau berusaha melupakan rasa sakit kau tak akan pernah mampu melakukannya, yang kau bisa adalah memeluknya. Memeluk rasa sakit itu sendiri. -Haidar Rahmanda-
All Rights Reserved
#513
sakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE SECRET LOVE
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • Pilihan Allah Pasti Yang Terbaik
  • THE TRUE LOVE
  • Cinta Sejati Menjaga Hati
  • Hatiku Tertambat, Cintaku Tumbuh [End] √
  • Gengaman dalam Kegelapan
  • ASHILA
  • Broken Soul (END ✔️)
  • Skenario Allah✔[End]

[Cerita ini sedang di tangguhkan] - - "Ustadz, cinta itu bukan sekadar kata rencana dan takdir-Nya bukanlah bencana" Ucap lirih Azzahra kepada sosok laki-laki yang gak jauh berdiri dibelakangnya. Dengan tatapan sendunya, ia mencoba mempertahankan gadis didepannya. Ia tau dengan jelas kesalahannya dan berharap dapat memutar balik kembali kenyataan yang menjadi suratan takdir-Nya. "Saya mengakui saya salah, saya berharap masih ada kesempatan untuk saya memperbaiki salah saya, ra maafkan saya" Azzahra menghirup udara perlahan "InsyaaAllah saya sudah memaafkan ingkarmu. "Jadi ra.." kalimat Azzam terputus oleh Azzahra "Meski demikian mohon maafkan saya tidak bisa memberi apa yang Ustadz Azzam harapkan, tolong hormati keputusan saya." Ucapnya dan berlalu masuk ruangan kembali. Azzam terdiam menatap punggung gadis yang teramat ia cintai berlalu begitu saja, ia merutuki kesalahannya dan tergiur oleh nafsu dunia. Kini semua telah berakhir, ia yang bersalah atas hancurnya ikatan yang telah direncanakan lama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines