Hello Karin

Hello Karin

  • WpView
    Reads 757
  • WpVote
    Votes 214
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 8, 2016
Sudah satu tahun semenjak kepergian Mamanya, Karin tidak pernah merasakan kebahagian lagi. Bahkan Ayahnya yang selalu menghibur Karin di saat sedih, juga di landa kesedihan sama seperti dirinya. Tidak ada lagi tawa yang menggema di rumahnya, tidak ada lagi kebahagiaan dalam hidupnya. Semuanya sudah pergi bersama kepergian yang mengantar Mamanya, semua sudah hilang terbawa angin dan tak bersisa. Lalu apakah semuanya akan berubah di saat ia meninggalkan kota kelahirannya dan pergi ke kota Jakarta? Sepertinya semuanya memang akan berubah secara perlahan. Dari mulai Karin yang mulai masuk sekolah kembali, setelah tiga tahun terakhir ia mengikuti home schooling, sahabat-sahabat baru yang selalu setia bersamanya. Bahkan perlahan-lahan Karin mulai melupakan kesedihannya yang selalu menghantui kehidupannya. Satu hal yang Karin tidak pernah mengerti selama hidup di Jakarta adalah Levin. Sosok pria yang merupakan tetangga barunya dan teman sekolahnya itu selalu memandang dirinya penuh dengan kebencian walaupun dirinya tidak sepenuhnya mengetahui apa penyebabnya. Masa lalunya lah yang menyebabkan Levin seperti itu. Lalu apa yang menyebabkan seorang Levin berubah menjadi hangat kepada Karin? Taruhannya lah yang menyebabkan Levin mau melakukan hal seperti itu, walaupun hal tersebut merupakan hal yang sangat bertentangan dengan dirinya. Dapatkah Karin merubah pandangan Levin terhadapnya? Ataukah justru Levin yang akan membuat hati Karin hancur berkeping-keping karena taruhan yang di lakukannya bersama teman-temannya. Namun, ada satu hal yang di tutupi oleh Karin kepada semua orang yang mengenalnya selama ini, bahkan dari sahabat-sahabatnya sekalipun. Apakah Levin dapat mengetahuinya? Ataukah justru ia akan menyesal setelah mengetahui sesuatu yang di sembunyikan oleh Karin kepada semua orang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • ALGHAVI (S1) || TAHAP REVISI
  • ARIN
  • Inability✅
  • My Friend Or Boyfriend?|| NohyuckGs[END]
  • R U M I T
  • Love's Serendipity
  • Salah Tapi Enak [GXG]

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines