CHOICE
  • WpView
    Reads 375
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 29, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Aku SIILA AURELIA DEWI biasa dipanggil SILA atau ILA. Usiaku yg sudah menginjak 26 tahun adalah umur matang untuk seorang wanita dalam membina rumah tangga. Namun hingga hari ini aku belum juga menikah. Bukan karena aku tidak memiliki kekasih idaman, tapi hanya karena dia belum melamarku. Yaa dia tipe pria sempurna untukku dia berjanji akan menikahiku ketika sukses nanti. Dia akan kembali 6 bulan lagi dan janji akan melamarku. Dia bekerja sebagai pesiar dan hubungan LDR ini sudah aku jalani selama 5 tahun. Aku bahagia dengan hubungan ini. Surya nama lelaki itu sungguh dapat membuatku bahagia. Aku tidak peduli dengan kata orang2 yg bilang jika LDR itu menyakitkan dan rentan selingkuh tapi terbukti aku tidak. Malah setiap ketemu aku merasa seperti jatuh cinta berkali2 dengannya. Hingga suatu hari ayahku menjodohkan ku dengan seseorang. Seseorang yg tidak aku tau rupanya, wataknya dan yg lebih parah dia sudah beristri. Siapa yg harus ku pilih? Menunggu kedatangan pacarku ?Atau orangtuaku?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mengakhiri Masa Jomblo
  • Tuhan Mengapa
  • BEST OF US - TERBIT CETAK
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • ALA
  • Princess Aurora (Aura & Dafit)
  • Kumpulan Cerita: Dari Rahim ke Dunia
  • LYVARU
  • Ego Cinta

Mario, adalah laki-laki yang sudah terang-terangan menolakku untuk di ajak serius untuk melanjutkan ta'arufan oleh Abiku. dari tatapannya saja padaku, jelas dia sudah tak berminat. Bagaimana bisa dia berminat. Aku berpenampilan apa adanya, bahkan berpenampilan jauh dari kata menarik. Laki-laki yang silih berganti dita'arufkan denganku, sama sekali tidak merespon baik, dan memberi harapan. Aku sadar diri, wanita kucel dan kusam sepertiku tidak pantas dengan laki-laki tampan, berkelas, apalagi ganteng, yang mau denganku. lebih pastinya menurutku, dia lebih memilih selera yang setara dengannya. Sebenarnya, aku tidak ingin memaksa untuk menikah secepat mungkin, meski usiaku yang tidak lah muda. Yakni 28 tahun. Namun, aku sebagai anak sulung diharapkan menikah sampai batas usia 30 tahun oleh Abi. Abi yang juga sudah memasuki usia 60 tahun dan umy 58 tahun. Tentu saja mereka ingin melihatku segera menikah dan memiliki keturunan. Mereka, selalu bertanya. Sudahkah aku memiliki jodoh atau laki-laki pilihan. Aku hanya merespon dengan gelengan kepala. lalu mereka hanya menarik nafas dalam terutama Abi. Aku tidak mengerti bagaimana cara mengusahakan jodoh? bukankah semua itu bukan tugasku, mendekati lelaki. Seminggu yang lalu sudah datang lagi laki-laki kedua setelah Mario, namanya Michael. Pria tersebut sama gantengnya dengan Mario, tapi berkulit agak gelap, dan Mario kuning langsat. Mereka sama dinginnya, dan merespon dengan senyum dingin, dan menolak dengan kata-kata yang halus, yang cukup buatku sadar diri. Semoga Aby cukup melakukan ini semua terhadapku. Yang ku ingin, adalah laki-laki yang lebih dahulu datang pada keluargaku, untuk mengutarakan niat baiknya, tapi itu hanya hayalan belaka, yang entah kapan akan terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines