Game Of Life

Game Of Life

  • WpView
    مقروء 352
  • WpVote
    صوت 21
  • WpPart
    فصول 9
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: سبت, أبريل ٣٠, ٢٠١٦
No Game No Life. Mungkin kalian akan berpikir bahwa ini moto dari seorang gamers. Tapi nyatanya itu sama sekali salah. Ia memiliki makna yang mendalam dalam setiap katanya. Hidup adalah sebuah permainan , dengan Tuhan sebagai penciptanya dan kita yang bertindak sebagai playernya. Jika anda beranggapan bahwa takdir adalah diberikan oleh tuhan itu adalah salah. Karena sesungguhnya takdir itu diciptakan oleh kita sendiri, sama seperti saat kita bermain game . Kita harus memilih jalan mana yang harus kita tempuh untuk menyelesaikan misi dari game tersebut . Jadi tanpa permainan yang kita lakukan untuk hidup kita , hidup kita tidak akan ada artinya. Kisah ini menceritakan tentang arti kehidupan dengan berbagai macam realita yang bahkan tidak dapat diterka oleh nalar manusia. Ri.
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Sepotong Kata yang Tak Selesai
  • Bumi & Takdirnya
  • Amami
  • Leader Girl (END)
  • Topeng Sahabat [ HIAT ]
  • RafaelClara
  • Destiny
  • S E N A N D I K A
  • GOOD GIRL AND BAD GIRL

Bagi Arai, menulis adalah sesuatu yang pribadi-sebuah dunia di mana ia bisa menyusun kata-kata tanpa harus menjelaskan dirinya pada siapa pun. Namun, ketika ia bergabung dengan ekstrakurikuler sastra di sekolahnya, ia mendapati bahwa menulis bukan lagi sekadar miliknya sendiri. Di sana, ia bertemu dengan Satria, seorang penulis berbakat yang kata-katanya terasa begitu nyata, tetapi selalu menyimpan sesuatu di baliknya. Dalam lembaran-lembaran kertas dan percakapan yang tak selalu terselesaikan, Arai mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang tak terungkap di antara mereka. Sebuah perasaan yang tumbuh di antara baris-baris yang belum selesai. Namun, tidak semua kata bisa dengan mudah diucapkan, dan tidak semua cerita memiliki akhir yang mudah ditebak. Di antara kalimat yang tertunda dan perasaan yang enggan diakui, apakah mereka mampu menemukan kata-kata yang tepat? Atau justru membiarkan cerita ini tetap menjadi sepotong kalimat yang tak selesai?

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى