Story cover for Petikan Hati by beautyword
Petikan Hati
  • WpView
    Leituras 7,161
  • WpVote
    Votos 651
  • WpPart
    Capítulos 63
  • WpView
    Leituras 7,161
  • WpVote
    Votos 651
  • WpPart
    Capítulos 63
Em andamento, Primeira publicação em abr 20, 2016
Highest rank #50
#200 in Poetry, April 25, 2017
#309 in Poetry, May 01, 2017
#514 in Poetry, June 25, 2017 


       Harusnya rintik hujan ini hanya berjatuhan dari langit, rintik dari mata hazel-mu itu tak di perlukan. Cukup langit saja yang menampakkan kekesalannya; petir, Sikapmu cukup tenang. 

        Dan cukup pula dengan angin yang sibuk berlalu-lalang mengudarakan setiap kepastian.
  
        Angin yang membawa pergi beberapa kenangan, Kamu yang membuat begitu banyak angan, 
Aku yang berusaha agar Kita tidak sekedar menjadi khayalan,
Kita yang tidak tahu Siapa yg harusnya di Salahkan.



Cover by WritersID


© copyright 2016, Beautyword.
Todos os Direitos Reservados
Índice
Inscreva-se para adicionar Petikan Hati à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#687religion
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Pertemanan di balik Kutukan [On Going], de AYA_MNK
28 capítulos Em andamento
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
From The Eyes cover
MISTAKE cover
The Beginning In Our Forever cover
✅ A Missing Part cover
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover
DENTING  [Revisi] cover
Remember Me cover
Magnolia Wedding [SUDAH TERBIT] cover
The Rain cover
Raihan dan Naura [END] cover

From The Eyes

61 capítulos Concluída

Mata adalah indera paling jujur pada diri manusia, mungkin mulut tak lagi bisa berbicara namun mata mampu menjawab segalanya . maka tatap la mataku banyak hal yang ingin ku sampaikan padamu antaranya adalah aku sangat takut kehilanganmu . mungkin telingamu tidak mungkin bisa mendengar saat mataku mengatakannya, tapi aku yakin hatimu pasti merasakannya . Tapi bisa saja keyakinanmu membawa sakit . karena tak sesuai dengan harapan ! Terkadang kita perlu merasakan bahwa Realita dibuat tak semanis harapan . Lebih baik berhenti ! Sepandai pandainya kamu menyimpan harapan yang tidak pasti, cepat ato lambat harapan itu juga yang akan mengahancurkanmu . Namun Cinta tak pernah datang terlambat, dia datang tepat waktu, hanya kita yang terlalu banyak mengharapkan sesuatu . Padahal Cinta tau kapan dia akan pergi dan kapan dia akan datang . Semua itu hanya perlu berdoa, dan Mengiklashkan . :)