Bolehkah Aku Mencintaimu ?

Bolehkah Aku Mencintaimu ?

  • WpView
    Reads 526
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 3, 2016
- Di stop dulu, dikarenakan masih banyak yang mesti diperbaiki - Salah ga sih kalau kita tuh cinta sama seseorang yang tidak mengenali diriku? Salah ga sih kalau kita terlalu berharap kepada dia? Mencintai kamu tuh rasanya seperti matahari,yang selalu ada setiap saat dimana pun kamu berada,tapi hanya bisa memandangimu dari jauh. Sebab jika matahari terlalu dekat dengan bumi maka akan menyakiti bumi dan makhluk yang hidup di bumi. Karena matahari sayang dengan bumi maka matahari rela tinggal ditempat yang jauh dengan bumi agar bumi tidak terluka. Begitu pun dengan ku,aku hanya bisa mencintai kamu dari jauh sebab kalau aku berada di dekat mu maka aku akan membuat kamu terluka. Karena aku mencintaimu maka aku rela berada jauh bahkan tidak terlihat dari hadapan mu. Tapi jika melihat dirimu dengan orang lain,apakah aku mampu untuk melihat kedekantanmu dengan dia?apakah aku mampu jika harus menerima kenyataan pahit bahwa kau dan dia akan menjadi sepasang kekasih?apakah masih ada kesempatan untuk aku untuk mengungkapkan perasaanku kepadamu? Apakah perasaan ini memang harus tandas setelah sudah 2 tahun aku memendamnya sendirian ?Tak adakah kesempatan untuku untuk bahagia bersamamu meski hanya 24 jam?Apakah cintamu itu tidak pantas untuku?Apakah aku yang tidak pantas untuk dicintai?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • DikaRanggi
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Senja merindu fajar
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND
  • Titik Yang Benar
  • IF YOU
  • Something Lost.
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • SEANDAINYA CINTA

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines