Mantan Terindah

Mantan Terindah

  • WpView
    Reads 229
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 20, 2016
Aku merasakan bahwa aku adalah wanita yg paling bruntung,seorang wanita yg mempunyai kekasih yg sangat baik,perhatian,dan mempunyai toleransi, ia tidak pernah mengekang dan menuntutku, dan ia slalu menghargai aku. Bagiku ia adalah lelaki sempurna yang telah diciptakan, ia memperlakukan aku dengan baik,bahkan sangat baik. Betapa bahagianya diriku. Pada suatu malam ia mengajakku date, suatu hal ditunggu wanita ketika bersama kekasihnya. Rehan adalah nama kekasihku,ia lelaki yg sederhana tapi ia bgtu romantis, ia pandai memperlakukan wanita dengan baik,dan ketika bersamanya aku selalu merasakan kenyamanan dan tak ingin segera pergi darinya atau meninggalkannya. Selama perjalanan aku hanya bisa menatapnya, bahagia sekali mempunyai kekasih seperti dia, ia tersenyum malu, dengan tetap konsentrasi menyetir ia genggam tanganku seolah-olah pasangan yang tak dapat terpisahkan. Ketika sampai restaurant, rehan memilih tempat duduk dekat jendela karena dari sana kami dapat melihat pemandangan di lu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Sekali Lagi (End)
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Antara aku dan dunia
  • THANK YOU KA
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • You're Here, But Not For Me
  • Late Love
  • Love Is

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines