Sinar Di Mata Annisa

Sinar Di Mata Annisa

  • WpView
    Reads 2,899
  • WpVote
    Votes 148
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 24, 2018
Aku mencari sepanjang hidupku belum kutemukan, mencari tuhan,, Benarkah tuhan ada? Perlukah tuhan di hidupku? Apakah tuhan bisa memaafkanku? Ketika masjid dan gereja menggiring ku untuk menjadi salah satu bagiannya, dari sisi cahaya manakah yang harus ku pilih? - Verrel Natael k.
All Rights Reserved
#765
pelajaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Mencintaimu Karna Allah
  • Naraya Dan Khitbah Dari Tuhan
  • Atheis In Love (END)
  • Pangeran Syurga Khaliza (Completed)
  • Take My Hand And Never Let It Go
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • Cinta Suci Zahra✓
  • The Problem Love
  • Cinta Dalam Rohis

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines