Regards, Andita

Regards, Andita

  • WpView
    Reads 76,998
  • WpVote
    Votes 5,666
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 21, 2018
- - Andita Kanania Ermilangga, Kehidupan Andita menjadi lebih rumit, ketika; 1. Orang tuanya memutuskan untuk bercerai, 2. Ibunya menikah lagi, 3. Memiliki saudara tiri, 4. Pindah ke sekolah baru, dan 5, Dijodohkan oleh ayah tirinya. Ini adalah cerita tentang gadis yang memiliki 6 phobia, yang setiap harinya harus berada di posisi paling sulit dimana ia berusaha melawan rasa takutnya dan menyembunyikan rahasia terbesarnya dari banyak orang. 'Regards, Andita' adalah kalimat terakhir di buku pemberian Ayahnya, yang ditulisnya untuk orang-orang yang pernah hinggap di kehidupannya, orang-orang yang menyakiti dirinya, orang-orang yang menyayanginya, dan orang-orang yang terjebak dengannya. Copyright © 2016 #FiksiRemaja
All Rights Reserved
#252
phobia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • Paradise
  • PHOBIA(Comeback)-TAMAT
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • My Sugarman
  • Qalbu {Terbit}
  • RAGA [Completed✔]
  • Shena Aquella {SELESAI}.

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines