LUKA
  • WpView
    Dibaca 9
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mar 4, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
Cukup satu luka saja yang membuatku begitu terpuruk seperti orang gila yang bahkan tidak bisa mengenal diriku sendiri, lagi. "Luka lama ini saja belum sembuh, mungkin tidak akan sembuh. Lalu kamu ingin melukaiku lagi?" - Keeynanda Cinta? Persetan dengan cinta, selama aku bisa bersenang-senang dengan hidupku. Kenapa tidak? "Aku tidak ingin melukaimu, tidak. Beri aku kesempatan untuk menyembuhkan lukamu itu, aku janji" - Rinando Ya. Cerita ini menceritakan tentang dua manusia yang mana mereka tidak percaya dengan cinta.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#84
awkward
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tokoh Utama
  • Full Of Scratches
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • UNHAPPY BIRTHDAY ✅ (COMPLETED)
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Gay or No ? (Revision)
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Buat Aku Lupa
  • Bahagia Ada Bersamanya (END)

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan